Fasilitas Gedung Belum Memadai, Pelaksanaan MPLS SRT Pacitan Diundur 15 Agustus

surabayapagi.com
Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 23 Pacitan. SP/Foto:SRT Pacitan

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Guna memastikan penyelesaian sarana dan prasarana pendukung pembelajaran di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) tersebut, saat ini Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diundur hingga 15 Agustus 2026 dikarenakan pembangunan gedung permanen beserta fasilitas pendukung belum selesai seluruhnya.

"Iya, MPLS ditunda karena gedung dan sarana prasarana di sekolah permanen belum siap 100 persen," jelas Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 46 Kabupaten Pacitan Bayu Arifyanto di Pacitan, Minggu (02/08/2026).

Baca juga: Pembangunan Hampir Rampung, Ratusan Siswa Trenggalek Siap Ditempati Gedung SRT

Sementara penyelesaian pekerjaan masih difokuskan pada fasilitas penyediaan air bersih, asrama, dan beberapa pekerjaan akhir (finishing) agar seluruh sarana dapat digunakan secara optimal saat siswa mulai menempati kompleks sekolah. Sedangkan untuk progres pembangunan telah mencapai lebih dari 90 persen, namun pemerintah memilih memastikan seluruh fasilitas siap sebelum kegiatan belajar mengajar dipusatkan di lokasi baru.

Baca juga: Perkuat Tata Kelola Pendidikan, Pemkab Pacitan Kukuhkan 76 Kepala Sekolah SD

"Nanti anak-anak bisa lebih nyaman ketika mulai belajar dan tinggal di asrama," ujarnya.

Oleh karenanya, selama masa penyelesaian pembangunan, kegiatan belajar bagi siswa angkatan pertama tetap berlangsung di sekolah rintisan, termasuk aktivitas pembelajaran dan asrama. Dan nantinya seluruh siswa, baik peserta didik baru maupun siswa lama, akan mengikuti MPLS pada 15 Agustus mendatang karena mereka sama-sama perlu mengenal lingkungan sekolah baru.

Baca juga: Baru Dapat 19 Murid SD, Sekolah Rakyat di Ngawi Targetkan 90 Siswa

Sekolah Rakyat Terintegrasi Pacitan nantinya menampung sebanyak 408 siswa. Sebanyak 260 siswa merupakan peserta didik baru jenjang SMA, sedangkan sisanya merupakan siswa kelas XI hasil penggabungan SRMA 23 dan SRMA 46 Pacitan. Dimana, seluruh aktivitas pembelajaran akan dipindahkan ke kompleks sekolah permanen setelah sarana dan prasarana dinyatakan siap digunakan. pc-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru