SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menindaklanjuti program unggulan Presiden Prabowo terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dan kelengkapan administrasi pembangunan Sekolah Rakyat bakal tuntas paling lambat Oktober 2026. Dimana, progres pembangunan terkini telah menembus angka 75 persen, sehingga tinggal 25 persen lagi.
Sementara itu, untuk fasilitas pendidikan tersebut rencananya akan dibangun di Dusun Angsanah, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Saat ini, Pemkab juga tengah fokus melengkapi sejumlah dokumen serta persyaratan administratif yang diminta oleh pemerintah pusat.
“Pembebasan lahan tinggal 25 persen,” jelas Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman Hidayat melalui Anggota Tim Pembangunan Sekolah Rakyat Pamekasan, Lukman Hakim, Selasa (18/08/2026).
Lukman membeberkan, hasil kajian survei teknis dari tim Kementerian Pekerjaan Umum memberikan satu catatan penting, yaitu ketersediaan akses jalan menuju lokasi proyek dengan lebar minimal enam meter. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Pamekasan menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kriteria infrastruktur pendukung tersebut. “Pemkab siap menyelesaikannya,” terangnya.
Sedangkan untuk skema pembiayaan pembebasan lahan sepenuhnya bersumber dari APBD Pamekasan. Sementara itu, untuk fisik konstruksi gedung akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui APBN dengan estimasi nilai investasi fisik mencapai Rp200 miliar.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai gagasan strategis pemerintah untuk memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui dukungan fasilitas modern dan bantuan pendanaan negara secara menyeluruh. pm-02/dsy
Editor : Redaksi