Setelah Insiden Sejumlah Kecelakaan Kapal, Menhub Evaluasi Keamanan Kapal

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong evaluasi keamanan transportasi laut setelah insiden sejumlah kecelakaan kapal, termasuk KM Mutiara Sentosa II, KM Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya.

Menurutnya, sistem manifest, ticketing, dan boarding perlu terintegrasi agar jumlah penumpang, kendaraan, dan muatan yang tercatat sesuai dengan kondisi faktual di kapal.

Baca juga: Biaya Haji Tahun 2027 Sebesar Rp 42 juta

“Manifest 100% untuk penumpang dan kendaraan. Kita perlu membangun integrasi antara manifest, ticketing dan boarding, sehingga jumlah penumpang, kendaraan dan muatan yang tercatat benar-benar sama dengan kondisi faktual di kapal,” kata Dudy dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (19/8/2026).

Selain itu, Dudy menekankan pentingnya penerapan manifest secara real time melalui sistem data tunggal. Dengan sistem tersebut, setiap perubahan data dapat langsung diperbarui dan divalidasi.

Baca juga: RUU Minyak dan Gas Bumi Disepakati di DPR

Ke depan, Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak akan diterbitkan apabila data belum tervalidasi.

“Manifest harus real time. Kami perlu menuju single data system sehingga perubahan data dapat langsung diperbarui dan divalidasi. Ke depannya prinsipnya harus tegas, SPB tidak akan diterbitkan apabila data belum tervalidasi,” sebut Dudy.

Baca juga: Disodok Said Iqbal, Wakil Ketua DPR Berdalih

Akurasi manifest memang disorot tajam. Dalam kecelakaan KMP Putri Yasmin di perairan Lombok Barat pada 12 Agustus misalnya, Basarnas menerima fata manifest 131 orang namun dalam proses penyelamatan total 212 penumpang diselamatkan dengan 211 orang selamat dan satu meninggal. ec, hu

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru