Dipadati UMKM, Lonjakan Sampah saat Pasar Rakyat Hari Jadi Trenggalek Jadi Perhatian DLH

surabayapagi.com
Kemeriahan Pasar Rakyat Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Jawa Timur. SP/TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek kini fokus mengantisipasi lonjakan sampah selama kegiatan berlangsung, pasca kemeriahan Pasar Rakyat Hari Jadi ke-832 Trenggalek menghadirkan tantangan baru di tengah geliat ekonomi warga, yang saat itu memang ramai dipadati pelaku UMKM.

Diketahui, saat momen tersebut ada sebanyak 188 pelaku UMKM lokal ikut meramaikan pasar rakyat yang berlangsung pada 20–30 Agustus 2026. Aktivitas jual beli selama sepuluh hari berpotensi meningkatkan volume sampah di kawasan pusat kota. Sehingga, pihak DLH meminta setiap pedagang bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan.

Baca juga: Kurangi Timbunan Sampah TPA Benowo, Wali Kota Instruksikan ASN Surabaya Pilah Sampah dari Rumah

“Seluruh elemen masyarakat harus menanamkan komitmen ‘sampahku tanggung jawabku, dan sampahmu tanggung jawabmu’,” ujar Asisten Perekonomian Setda Trenggalek sekaligus Plt Kepala DLH Trenggalek, Cusi Kurniawati, Minggu (23/08/2026).

Baca juga: Pemkot Luncurkan Lomba Pisang Danor, Kurangi Timbulan Sampah ke TPA

Disatu sisi, pemerintah daerah menyadari armada DLH tidak mungkin menangani seluruh sampah tanpa dukungan pedagang. Aktivitas perdagangan dan pengunjung justru menjadi sumber utama timbulan sampah selama acara. Karena itu, Pemkab Trenggalek meminta setiap pemilik stan menyiapkan tempat penampungan sampah di lapaknya masing-masing.

“Setiap pedagang wajib mengantongi wadah penampungan sampah sendiri. Nanti tim DLH yang akan mengeksekusi pengangkutan sampah di titik kumpul komunal,” jelas Cusi.

Baca juga: Capai 120 Ton per Hari, Pemkot Madiun Targetkan Kurangi 30 Persen Sampah ke TPA Winongo

DLH Trenggalek menilai tantangan terbesar bukan sekadar menyediakan tong sampah. Pemerintah juga harus membangun kebiasaan pedagang dan pengunjung untuk mengelola sampah sejak awal. Pedagang harus mengumpulkan sampah dari aktivitas jual beli mereka, sedangkan pengunjung wajib membuang sampah pada tempat yang tersedia. Pola tersebut sekaligus mengurangi beban petugas kebersihan yang harus menangani volume sampah lebih besar selama pasar rakyat berlangsung. tr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru