SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Melalui program Sangu Sampah yang merupakan program baru di Kabupaten Trenggalek, kini pelajar diwilayah tersebut memiliki cara berbeda untuk mulai menabung. Tak hanya mengandalkan uang saku, mereka bisa mendapatkan uang tabungan dari sampah yang dikumpulkan dan dipilah
Sebanyak 853 pelajar dari berbagai sekolah mendapatkan rekening tabungan baru. Langkah ini menjadi bagian dari target satu pelajar satu rekening agar kebiasaan menabung mulai ditanamkan sejak usia sekolah. Sehingga, program Sangu Sampah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendorong budaya menabung sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga: Sumur Warga Mengering, 25 Desa di Trenggalek Alami Krisis Air Bersih
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan program Sangu Sampah sengaja dikembangkan sebagai stimulus bagi pelajar, untuk memiliki uang yang dapat ditabung. Sebab, tidak semua pelajar memiliki uang saku yang cukup untuk disisihkan. "Hari ini kami bersama OJK Kediri memperingati Hari Indonesia Menabung. Salah satu target yang ingin kita capai adalah satu rekening satu pelajar," ujarnya, Selasa (25/08/2026).
Baca juga: Kebakaran Lahap Satu Hektare Vegetasi Pohon Sono di Gunung Jabung di Trenggalek
Selain itu, Sangu Sampah juga sejalan dengan komitmen Trenggalek untuk mengelola lingkungan dan mengejar target net zero carbon pada 2045. Pelajar diajak memilah sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis untuk kemudian dikumpulkan dan dimanfaatkan.
"Kebetulan di Trenggalek kita stimulasi dengan program Sangu Sampah. Trenggalek ingin net zero karbon di 2045. Kita ingin sampah yang kita kelola bisa mendorong siswa-siswa punya rekening," imbuhnya.
Baca juga: Pembangunan Hampir Rampung, Ratusan Siswa Trenggalek Siap Ditempati Gedung SRT
Mekanisme tersebut membuat edukasi keuangan dan kepedulian lingkungan dapat berjalan bersamaan. Pelajar yang belum bekerja tetap dapat belajar mengelola keuangan melalui aktivitas sederhana yang mereka lakukan sehari-hari. Harapannya anak-anak sudah mulai tahu bedanya kebutuhan dan keinginan. Kemudian mereka mulai menyisihkan uang jajannya, bukan menyisakan. Kalau tidak punya uang saku, jalan keluarnya tadi adalah Sangu Sampah. tr-01/dsy
Editor : Redaksi