Kebakaran di Karhutla Kalimantan, Ancam IKN

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bertambah. Lokasi utama IKN mencatat 42 kejadian dengan luas 41,07 hektare di Penajam Paser Utara (PPU). Tercatat 42 kejadian dengan luas terdampak mencapai 41,07 hektare, dengan beberapa titik kebakaran berjarak sekitar 30 menit dari Titik Nol IKN.

Wilayah penyangga ini mencatat 49 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 440,88 hektare Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di semua provinsi di Kalimantan mengalami lonjakan jumlah titik api yang mengakibatkan pulau itu ‘dikepung’ kabut asap di beberapa wilayah. Sementara tim pemadam di lapangan masih kesulitan memadamkan api yang kerap muncul kembali setelah dipadamkan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim hingga 24 Agustus 2026, tercatat 470 kejadian karhutla dengan total luas terdampak mencapai 1.393,78 hektare. Di media sosial, Banjarbaru, Kalimantan Selatan menjadi sorotan, lantaran seorang ibu, Riri Jayanti membagikan foto kedua anaknya yang akan berangkat sekolah, tetapi dikelilingi kabut asap pekat.

Tinggal di dekat rumah Riri, Abdul Kholik, rugi puluhan juta rupiah, akibat api membakar peternakan ayamnya. Istrinya yang sedang hamil kini mengalami gangguan pernapasan karena terpapar udara kotor hasil karhutla.

Masih di Banjarbaru, seorang pemuda yang sedang menyelesaikan skripsinya, Dony Restu, seumur hidupnya selalu berhadapan dengan kabut asap yang dia katakan beraroma ‘apek’ seperti asap ketika orang bakar sampah.

Kabut asap juga masih menyergap Pontianak, Kalimantan Barat hingga Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sementara di lapangan, petugas masih kesulitan memadamkan api terutama di atas lahan gambut, di tengah proses melelahkan bertahun-tahun itu, mereka bilang “kami tidak punya kuasa untuk mengeluh”.

42 Kejadian Karhutla

Meski sudah pakai masker dalam kegiatan sehari-hari, Riri sekeluarga mengalami batuk, akibat kotornya udara yang ia hirup.

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi lokasi utama IKN, mencatat 42 kejadian karhutla dengan luas terdampak 41,07 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang sebagian wilayahnya juga masuk kawasan IKN dan berada di sekitar kawasan tersebut, mencatat 49 kejadian dengan luas terdampak mencapai 440,88 hektare.

Kondisi karhutla di wilayah PPU juga mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan peningkatan kejadian mulai terlihat pada Juli hingga Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca turut memengaruhi meningkatnya kejadian karhutla. “Kalau di PPU memang sampai saat ini dari mulai Juli sama Agustus memang terjadi peningkatan, sesuai dengan kondisi cuaca,” kata Nurlaila. kl/erc/dna

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru