Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

surabayapagi.com
Ribuan nasi bungkus yang biasanya disajikan untuk disantap justru digunakan sebagai amunisi dalam tradisi perang nasi di Ngawi. SP/ NGW

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi memang menjadi hal wajar. Dalam tradisi unik tersebut, sebanyak ribuan nasi bungkus yang biasanya disajikan untuk disantap justru digunakan sebagai amunisi dalam tradisi perang nasi dengan lauk dikumpulkan dan ditata di lokasi acara sebelum digunakan untuk saling lempar.

Mereka kemudian saling melempar nasi kepada peserta lain. Tidak ada aturan mengenai siapa yang boleh menjadi sasaran. Peserta bebas melempar nasi kepada siapa saja yang berada di sekitar lokasi. Uniknya, peserta juga tidak diperbolehkan marah atau menyimpan dendam ketika terkena lemparan nasi.

Baca juga: Pedagang Kuliner Menjerit, Harga Daging Ayam di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kg

Bahkan, sebagian warga sudah menggenggam nasi sebelum tradisi dimulai untuk digunakan sebagai amunisi. Dalam hitungan menit, ribuan nasi bungkus yang sebelumnya tertata rapi pun berserakan di area lokasi tradisi. Sehingga, tradisi perang nasi merupakan bagian dari rangkaian bersih desa atau sedekah bumi yang digelar setiap tahun setelah panen kedua.

Baca juga: Baru Dapat 19 Murid SD, Sekolah Rakyat di Ngawi Targetkan 90 Siswa

Ketika dirinya masih kecil, nasi dalam acara bersih desa biasanya diperebutkan warga untuk dibawa pulang. "Setiap tahun diadakan setelah panen kedua. Ada pergeseran. Dahulu waktu saya kecil, nasi kita rebut dan kita bawa pulang. Saat ini sudah tidak kekurangan makan, akhirnya digunakan untuk lempar-lemparan. Syaratnya tidak boleh marah," jelas Kepala Desa Pelang Lor Hariyana, Minggu (13/09/2026).

Baca juga: Terancam Gulung Tikar, Biaya Produksi Naik Tapi Harga Ayam Broiler Merosot di Ngawi

Meski bentuk tradisinya mengalami perubahan, masyarakat tetap mempertahankan perang nasi sebagai bagian dari warisan budaya dan tradisi bersih desa yang dilakukan secara turun-temurun. Tradisi perang nasi sekaligus menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi tontonan menarik bagi masyarakat sekitar yang datang menyaksikan. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru