SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga tembakau varietas Jawa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencapai Rp52 ribu per kilogram untuk daun tengah pada puncak musim panen 2026, dengan kualitas dan tingkat kemasakan menjadi penentu harga jual, yang saat ini berada di kisaran Rp47 ribu hingga Rp52 ribu per kilogram, sedangkan tembakau varietas Virginia berkisar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
"Harga tembakau saat ini cukup bagus, khususnya varietas Jawa dan Virginia. Namun, kualitas dan tingkat kemasakan daun tetap menjadi faktor yang menentukan harga," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan Mugito, Rabu (16/09/2026).
Baca juga: Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg, Mampu Menghibur Masyarakat
Pasalnya, harga tembakau dapat lebih rendah apabila daun dipanen dalam kondisi kurang masak atau telah memasuki posisi daun atas. Apalagi musim tanam tembakau di Lamongan berlangsung mulai akhir April hingga Mei 2026, sedangkan panen dimulai sejak Agustus dan kini memasuki fase puncak.
Lebih lanjut, Mugito menjelaskan kondisi cuaca panas dan keterbatasan air menjadi tantangan bagi petani pada musim tanam tahun ini. Di sejumlah lokasi, kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal.
Baca juga: Parade Kebangsaan, Gambaran Keharmonisan Antar Etnis di Lamongan
Sehingga, pihaknya juga akan terus berupaya memberikan pendampingan kepada petani terkait teknik budidaya dan kondisi musim serta dukungan sarana produksi dan pertanian, antara lain benih bersertifikat dan sejumlah alat pertanian.
"Pada fase pertumbuhan, tembakau membutuhkan ketersediaan air yang cukup. Tahun ini di beberapa lokasi ada tanaman yang pertumbuhannya kerdil. Dengan luas tanam yang teridentifikasi mencapai lebih dari 9 ribu hektare dan harga jual yang relatif baik, kami berupaya momentum panen tahun ini memberikan manfaat ekonomi bagi petani," katanya.
Baca juga: Jelang Hari Santri, Ketua DPRD Desak Bupati Terbitkan Perbup Penyelenggaraan Pesantren
Pemerintah daerah setempat sebelumnya juga telah membangun sumur tanah dangkal di sejumlah wilayah sentra tembakau, khususnya Lamongan bagian selatan, untuk mendukung ketersediaan air pertanian. lm-01/dsy
Editor : Redaksi