SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki puncak musim kemarau berlangsung kering dan berdebu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, meminta masyarakat mewaspadai gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Pasalnya, curah hujan yang minim membuat debu jalan dan partikel tanah lebih mudah beterbangan.
"Debu halus dan asap kendaraan dapat masuk lebih dalam ke saluran pernapasan dan memicu peradangan. Pada orang yang memiliki penyakit seperti asma, kondisi ini dapat memperberat keluhan," ujar Kepala Bidang Penyediaan Layanan Kesehatan Upaya Kesehatan Perseorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKP-UKM) Dinkes PPKB Kota Madiun Neva Chandra Suroto, Rabu (16/09/2026).
Diketahui sesuai data, sepanjang Januari–Agustus 2026, fasilitas kesehatan milik daerah setempat mencatat terdapat 21.776 kasus ISPA di Kota Madiun. Sehingga, pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, pedagang, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena tergolong rentan.
Baca juga: Musim Kemarau, DKPP Lumajang Fasilitasi Kebutuhan Petani Hortikultura
Risiko gangguan pernapasan juga perlu diperhatikan pada kelompok rentan di antaranya balita, anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Dalam menghadapi kondisi tersebut, Dinkes PPKB Kota Madiun memperkuat pemantauan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
Seluruh puskesmas juga disiagakan dengan memastikan kesiapan tenaga medis, alur pemeriksaan, serta ketersediaan obat dan masker. Masyarakat juga dihimbau memenuhi kebutuhan cairan yang cukup diimbangi dengan konsumsi buah dan sayur dan rajin mencuci tangan serta beristirahat cukup juga perlu dilakukan.
Baca juga: Berkah Bendungan Mengering, Petani di Ngawi Panen Padi hingga Jagung
Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala penyakit tersebut seperti demam, batuk, dan nyeri otot. Dan jika mengalami gejala serius, hendaknya warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pengobatan. md-03/dsy
Editor : Redaksi