Investasi Jokowi Boros

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Visual gambar by SP
Visual gambar by SP

i

 

Pemerintahan Kedua Jokowi Menafikan Keberhasilan Pemerintahan yang Pertama. Misal Pembukaan Ekspor Benih Lobster 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pakar ekonomi senior, Faisal Basri, menyatakan akar masalah ekonomi di era Jokowi saat ini karena ada investasi yang boros. Indikasi investasi bodong, tampak dari tingginya angka incremental capital output ratio (ICOR) dalam lima tahun terakhir. Dimana, ICOR adalah parameter ekonomi makro yang menggambarkan rasio investasi kapital atau modal terhadap hasil yang diperoleh (output).

 Padahal ia menilai Jokowi telah bekerja keras membangun ekonomi Indonesia. Bahkan, Jokowi menjelajah seantero negeri hingga pelosok Tanah Air.

Selain itu, banyak infrastruktur dibangun pada periode Jokowi hingga berbicara langsung bicara dengan kalangan pengusaha di luar negeri. Hal ini untuk mempresentasikan sendiri kondisi dan daya tarik investasi di Indonesia. Demikian dijelaskan Faisal Basri dalam artikel bertajuk Antiklimaks Keberhasilan Ekonomi Presiden Jokowi (II), dikutip dari situs miliknya, Minggu (26/7/2020).

Selain tertinggi sepanjang sejarah, ICOR Indonesia juga tertinggi di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, ICOR Filipina pada 2018 sebesar 3,7, Thailand 4,5, Malaysia 4,6, dan Vietnam 5,2.

"Berarti, untuk menghasilkan tambahan 1 unit output yang sama, di era Jokowi butuh tambahan modal 1,5 kali lipat dari pemerintahan sebelumnya," paparnya.

Faisal justru menilai kinerja investasi pada era Jokowi tidak turun atau jeblok. Memang, pertumbuhan investasi sempat turun di bawah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019.

 

Investasi kurang Berkualitas

Akan tetapi, ia menengarai ini terjadi lantaran 2019 adalah tahun Pemilu serta kebetulan angka pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) serupa, yakni 4,45 persen.

Oleh sebab itu, ia menilai jika diagnosa, Presiden Jokowi dalam urusan investasi, belum nendang sehingga ekonomi hanya bertahan di 5 persen. Dan ini adalah keliru.

"Presiden Joko Widodo menuding investasilah yang jadi biang keladi pertumbuhan rendah. Padahal, sebagaimana telah diuraikan panjang lebar di atas, kinerja investasi Indonesia sangat tidak mengecewakan," imbuhnya.

Akar masalah selanjutnya adalah investasi kurang berkualitas. Faisal menuturkan investasi di Indonesia didominasi dalam bentuk bangunan, sedangkan dalam bentuk mesin dan peralatan hanya sekitar 10 persen. Sebaliknya, di negara-negara tetangga, porsi mesin dan peralatan mencapai dua sampai tiga kali lipat dari Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komponen PMTB pada 2019 secara mayoritas didominasi oleh bangunan sebesar 75,04 persen. Disusul oleh mesin dan perlengkapan sebesar 10,60 persen, kendaraan 4,95 persen, peralatan lain 1,67 persen, sumber daya hayati (cultivated biological resources/CBR) 5,41 persen, dan produk kekayaan intelektual 2,32 persen.

"Bangunan berupa mal banyak menjual barang impor. Sebaliknya, mesin dan peralatan menghasilkan berbagai barang yang bisa diekspor. Tak heran kalau porsi ekspor terhadap PDB cenderung turun," katanya.

 

Menafikan Keberhasilan

Faisal Basri, menilai akar masalah lainnya adalah pemerintahan kedua Jokowi menafikan apa yang sudah berhasil. Ia mencontohkan kebijakan yang dimaksud adalah pembukaan keran ekspor benih lobster, pembebasan penggunaan cantrang, dan kemunculan wacana kapal asing diizinkan menangkap ikan di perairan Indonesia.

Padahal, kata dia, keberhasilan Indonesia dalam menegakkan kedaulatan di laut diakui internasional dan dipuji oleh banyak tokoh dunia. Keberhasilan menjaga kekayaan laut agar berkelanjutan, antara lain terlihat dari cadangan ikan yang meningkat.

"Bukannya melanjutkan kebijakan yang sudah sangat on the right track, justru pemerintahan kedua Jokowi menafikan apa yang sudah berhasil," katanya.

Dalam catatan Faisal, sejak era Orde Baru hingga kepemimpinan SBY, rerata ICOR Indonesia adalah 4,3. Sedangkan di era Jokowi naik mencapai 6,5.

Rinciannya, angka ICOR tercatat sebesar 6,6 persen di 2015, lalu 6,4 persen di 2016, 6,4 persen di 2017, dan 6,3 persen di 2018. Pada 2019, angkanya kembali naik menjadi 6,6 persen.

 

Kuartal 1, hanya 2,97 %

Menurut Faisal Basri, pertumbuhan ekonomi Indonesia era Jokowi bergeming di kisaran 5 persen, dengan pengecualian pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2020 sebesar 2,97 persen akibat pandemi Covid-19.

Dengan segala upaya dan kerja keras itu, mengapa pertumbuhan justru melemah dibandingkan periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Pertumbuhan ekonomi selama 2015-2019 hanya lima persen, jauh dari target yang ia canangkan sebesar 7 persen. n erc/rl/cr3/rm

Berita Terbaru

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…