Jelang Debat Publik, Warga Berjajar Sambut Machfud Arifin-Mujiaman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan warga menyambut dan memberikan dukungan kepada Paslon nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman.SP/Alqomaruddin.
Ratusan warga menyambut dan memberikan dukungan kepada Paslon nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman.SP/Alqomaruddin.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ratusan warga menyambut dan memberikan dukungan kepada Paslon nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman  menjelang debat pertama Pilwali Surabaya di Hotel J.W. Marriott Rabu malam (4/11).

Warga sudah menyambut sejak Jl. Tunjungan tepatnya di depan Tunjungan Plaza. Para pendukung pasangan Maju terus berjejer di pinggir jalan sampai Jl. Embong Malang dimana hotel tempat debat berada.

Mayoritas dari warga mengenakan kaos putih bergambar besar wajah Machfud dan Mujiaman. Mereka meneriakkan yel-yel dukungan untuk sang calon.

”Semangat Pak Machfud dan pak Mujiaman, insya allah kita menang,” teriak seorang ibu pendukung.

Machfud dan Mujiaman lantas menyapa warga pendukung dari atas kap mobil. Kebetulan, pasangan maju menggunakan mobil yang ada sunroof-nya. Sehingga mereka bisa leluasa menyapa warga.

”Ini sambutan dan dukungan yang luar biasa. Menjadi tambahan motivasi bagi kami untuk membawa membawa Surabaya naik kelas,” kata Machfud saat tiba di Hotel J.W. Marriott.

Menjelang coblosan pada 9 Desember nanti, Pilwali Surabaya akan menyelenggarakan tiga kali debat. Debat pertama malam ini mengambil tema ”menjawab Permasalahan dan Tantangan Kota Surabaya di Era pandemi Covid-19.”

Tema ini sangat penting, mengingat Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia dengan korban tertinggi. Lebih dari 1 warga meninggal. Memang, kondisi Covid-19 sudah jauh membaik bulan Oktober sampai saat ini. Namun, penanganan yang kurang baik di awal pandemi, membuat korban begitu tinggi.

Saat ini, saat penularan dan kematian sudah menurun, Pemerintah Kota Surabaya dihadapkan tugas yang tidak kalah berat. Yaitu bagaimana membangkitkan perekonomian. Banyak sektor yang belum pulih seperti sedia kala karena masih ada pembatasan pada beberapa sektor. Alq

 

Berita Terbaru

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Dewi Pertiwi Jatim Bergerak Lawan Stunting, Bantu Balita di Lakarsantri

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kepedulian terhadap tumbuh kembang anak terus didorong oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Dewi Pertiwi Jawa Timur. Organisasi t…

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan, Ketua Komisi A Dorong Pengembangan Urban Farming

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan di Kota pahlawan. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Dugaan Korupsi Pengadaan Meter Air Tirta Pakuan Mencuat, Kejati Jabar Teruskan Laporan ke Polda

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:55 WIB

SURABAYA PAGI, Bandung- Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan meter air di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun anggaran 2023 kembali mencuat. Tim…

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Angka Cerai Gugat di Magetan Tinggi, Alasan Dominan Efek 'In This Economy'

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…