Lockdown di Eropa, 100 Juta Orang Jatuh Miskin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Situasi di Inggris nampak lengang, pasalnya pemerintah setempat memberlakukan lockdown imbas covid-19.
Situasi di Inggris nampak lengang, pasalnya pemerintah setempat memberlakukan lockdown imbas covid-19.

i

 

Menengok Lockdown dari Beberapa Negara

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, London - Jelang akhir tahun 2020 lalu, kasus Covid-19 kembali melonjak secara serentak di dunia, khususnya di Eropa. Akibatnya, sejumlah negara di benua biru ini kembali memberlakukan lockdown. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kasus virus corona di kawasan Eropa telah melampaui 10 juta kasus sejak awal pandemi.

Berdasarkan penelusuran tim litbang Surabaya Pagi, berikut ini sejumlah pembatasan yang dilakukan di negara-negara Eropa. Diantaranya, Perancis. Pada 30 Oktober 2020, Perancis melakukan lockdown nasional kedua. Dengan adanya lockdown nasional kedua ini, seseorang hanya boleh meninggalkan rumah untuk pergi bekerja, untuk membeli barang-barang penting, mencari bantuan medis, serta berolahraga selama satu jam dalam sehari.

Dilansir BBC, adanya peraturan ini maka mereka yang kedapatan berada di luar rumah harus membawa pernyataan tertulis yang membenarkan tindakannya.

Kemudian, Jerman. Negara yang dipimpin kanselir Angela Merkel, mulai 2 November 2020, kembali memberlakukan pembatasan di seluruh negeri mulai dari bioskop teater, gym, kolam renang, dan sauna.

Restoran dan bar dibolehkan buka, namun hanya untuk melayani makanan yang dibawa pulang.

Kontak sosial dibatasi hanya untuk dua keluarga, maksimal 10 orang. Acara besar dibatalkan dan tak ada keramaian di pertandingan olahraga.

Kemudian, Italia, memberlakukan pembatasan selama satu bulan dimulai 26 Oktober 2020. Aturan ini akan meminta semua bar dan restoran di seluruh negeri tutup pukul 18.00. Gym, kolam renang, teater dan bioskop harus tutup, namun museum boleh dibuka.

Pertemuan untuk pernikahan, pembaptisan, dan pemakaman dilarang.

Selanjutnya, Belanda, negara kerajaan dan penjajah Indonesia ini memberlakukan penguncian selama empat minggu, mulai 14 Oktober 2020. Dengan adanya pembatasan ini semua bar, restoran, dan kedai kopi hanya dapat menyajikan makanan untuk dibawa pulang.

Penjualan alkohol di toko-toko dan restoran akan dilarang setelah pukul 20.00 ke atas. Seluruh toko dan supermarket diharuskan tutup pukul 20.00 di seluruh negeri.

Orang-orang disarankan untuk berada di rumah, dan sebisa mungkin bekerja dari rumah. Dab terbaru, demo menentang lockdown berakhir ricuh di negara ini.

Kemudian, Inggris, dimana Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan lockdown nasional jilid II pada Sabtu (31/10/2020).

Dengan adanya lockdown kedua ini pub, restoran, gym, dan toko non-esensial harus tutup selama empat minggu.Tidak seperti lockdown sebelumnya, kali ini sekolah, perguruan tinggi, dan universitas tetap buka. Selain negara di atas, Turki, Ceko, Austria dan Irlandia juga memberlakukan kebijakan serupa.

 

Ekonomi Terpukul

Akibat lockdown, pemulihan ekonomi di kuartal IV-2020 berantakan. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2020 zona euro tumbuh 12,6% quarter-to-quarter (QtQ), dari kontraksi (tumbuh negatif) 11,8% QtQ, dan 3,7% QtQ di dua kuartal sebelumnya.

PDB yang masih berkontraksi secara tahunan, baik di zona euro maupun Inggris, menunjukkan perekonomian Eropa masih jauh dari kata pulih, baru bangkit dari kemerosotan saja.

Bank Dunia sendiri telah secara langsung memperingatkan bahwa dampak Covid-19 pada ekonomi bisa lebih parah. Dampak itu termasuk mendorong sebanyak 100 juta orang kembali ke dalam kemiskinan ekstrem.

"Angka itu bisa lebih tinggi jika pandemi memburuk atau berlarut-larut, yang mungkin terjadi." kata Presiden Bank Dunia David Malpass dalam sebuah wawancara dengan AFP, kemarin.

Lembaga keuangan yang berbasis di Washington itu sebelumnya memperkirakan hanya ada sekitar 60 juta orang yang akan jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem akibat pandemi.

Langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona telah memperlambat ekonomi Eropa dengan kekuatan yang penggunaan energi batubara turun hampir 40 persen, dan konsumsi minyak sebesar sepertiga.

Secara global, penggunaan minyak telah menurun dengan jumlah yang sama, dengan penurunan konsumsi batubara bervariasi berdasarkan wilayah. Sebuah anugerah yang tidak disengaja dari pabrik-pabrik yang tutup dan jalan-jalan yang kosong membuat udara lebih nyaman.

Tingkat nitrogen dioksida (NO2) dan polusi partikel kecil yang dikenal sebagai PM2.5 - keduanya produk sampingan beracun yang membakar batu bara, minyak dan gas - masing-masing turun 37 dan 10 persen, menurut temuan tersebut.

"Dampaknya sama atau lebih besar di banyak bagian lain dunia," kata pemimpin penulis Lauri Myllyvirta, analis senior di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), kepada AFP.

 

Mental Terganggu

Dari sisi kesehatan, kebijakan lockdown juga berdampak seriu. Para ahli memperingatkan bahwa sebagian kecil orang bisa mengalami masalah kesehatan mental yang berkepanjangan, lebih lama dari pandemi itu sendiri.

Dari makan di restoran bersama pasangan dan kerabatnya hingga menghadiri klub buku bersama teman-teman, kehidupan sosial Susan Kemp sebelum Covid-19 cukup aktif.

Namun sejak April 2020, dia hanya lima kali meninggalkan apartemennya di dekat Stockholm, karena merasakan kecemasan sosial dan perilaku obsesif terkait kuman.

"Sepertinya stres tambahan ini sudah kelewat batas, lebih dari apa yang bisa saya toleransi," kata Kemp, seorang copywriter dan mahasiswa paruh waktu berusia tiga puluhan.

Dia menjadi ketakutan saat naik transportasi umum, waspada dengan kebersihan alat makan, dan merasa tak nyaman ketika melihat gambar sel virus corona.

"Gejala utamanya adalah saya mulai menangis. Saya merasa seperti akan mati, dan kemudian saya menangis sampai tubuh dan paru-paru saya terasa sakit setelahnya," kata dia.

Banyak orang menjadi sedikit lebih cemas selama Covid-19. Namun pengalaman Kemp menunjukkan bahwa untuk sebagian orang, pandemi dapat memicu atau memperburuk masalah kesehatan mental yang jauh lebih serius.

Steven Taylor, penulis The Psychology of Pandemics, dan profesor psikiatri di University of British Columbia, berpendapat bahwa "untuk 10 hingga 15% minoritas yang malang, hidup tidak akan kembali normal" karena dampak pandemi pada kesejahteraan mental mereka.

Australia's Black Dog Institure, sebuah organisasi penelitian kesehatan mental independen terkemuka, juga menyuarakan keprihatinan tentang "banyaknya minoritas yang akan terpengaruh oleh kecemasan jangka panjang".

Di Inggris, kelompok spesialis kesehatan masyarakat memperingatkan dalam British Medical Journal bahwa "dampak pandemi terhadap kesehatan mental kemungkinan akan bertahan lebih lama daripada dampak kesehatan fisik". jk/rtr/eri/bbc/cr2/ril

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…