Tradisi Cari Jodoh Suku Miao Menari dengan Ketan Bungkus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para gadis Suku Miao di Tiongkok bersiap mengkuti Meal Sisters Festival. SP/ CH
Para gadis Suku Miao di Tiongkok bersiap mengkuti Meal Sisters Festival. SP/ CH

i

SURABAYAPAGI.com, China - Hainan, sebuah provinsi di bagian selatan dari Republik Rakyat Tiongkok memang cukup indah. Bukan hanya cerita sejarah dan pesona alam tropis yang indah, di pulau ini juga tersimpan khasanah tradisi suku minoritas yang hidup ribuan tahun silam. Dialah Suku Li dan Miao yang cukup mencuri perhatian wisatawan.

Suku Li dan Miao hidup di sebuah perkampungan, tepatnya di Desa Yetian, sekitar 50 Km dari Kota Sanya di Pulau Hainan, China. Hingga saat ini, warga lokal masih melestarikan budaya tradisional seperti kerajinan tangan brokat, keramik, tarian, ketrampilan menempah, kerajinan perah hingga anyaman rotan.

Suku minoritas inipun memiliki tradisi unik. Bagi pengunjung yang akan masuk kampung harus mengikuti aturan mereka. Untuk mengetuk pintu, para pengunjung harus menyanyi di depan ibu-ibu yang berbaris memblokade pintu gerbang. Setelah berhasil membuka blokade, pengunjung akan dijewer oleh gadis-gadis cantik. Jeweran itu sebagai simbol bahwa perempuan adalah penguasa rumah.

Terletak di pulau Hainan, sebuah pulau tak jauh dari daratan China, suku dengan beragam budaya unik ini bisa ditemui. Suku Li & Miaw memiliki cara memberi salam yang unik. Bila ada tamu yang akan berkunjung ke sebuah rumah, maka sang pemilik rumah akan menyambut tamu itu dengan cara memegang telinganya. Apabila tamu tersebut membalas memegang telinga si pemilik rumah, artinya ia akan tinggal di rumah itu.

Suku ini juga dikenal dengan hasil tenunannya yang sangat indah. Itu karena semua Suku Li & Miaw harus bisa menenun, kalau tidak, mereka tidak boleh menikah. Konon kabarnya, pada zaman dahulu kala, hasil tenunan yang indah itu tidak dijual, tapi dikhususkan untuk raja-raja.

Selain itu, ada kerajinan keramik hingga beragam alat musik. Salah satunya adalah serulng. Uniknya, penduduk suku miaw ini tidak meniup seruling menggunakan mulutnya, melainkan menggunakan hidung.

Dan yang paling unik adalah tradisi melamarnya pun berbeda dengan suku pada umumnya. Seorang yangingin melamar seorang gadis, wajib bernyanyi di depan rumah yang tertutup. Bila si gadis menyukai nyanyiannya, maka gadis itu akan keluar dari dalam rumah.

Tradisi mencari jodoh Suku Miao, suku minoritas di Tiongkok yang mendiami wilayah selatan Guizhou sebelah barat Guangxi dan Hainan. Suku yang juga dimiliki Laos dan Vietnam.

Setiap tahun suku ini mempunyai tradisi perayaan Meal Sisters. Dalam perayaaan ini para wanita biasanya memasak ketan atau nasi secara bergotong royong, ketan atau nasi tersebut diberi warna warni dan setelah masak akan dibungkus saputangan.

Pada puncak perayaan berlangsung pria dan wanita biasanya menari bersama. Disaat menari inilah sang pria biasanya merayu habis-habisan wanita yang diincarnya. Apabila wanita itu tertarik mereka biasanya akan memberikan ketan atau nasi yang dibungkus sapu tangan tadi kepada si pria. Dsy11

 

Berita Terbaru

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menjaga kinerja keuangan tetap positif sepanjang tahun 2025 di tengah tekanan i…

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah antisipatif menyusul kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat bagi…

Konflik Global Berdampak ke Sawah, HKTI Jatim Dorong Transformasi Energi Pertanian

Konflik Global Berdampak ke Sawah, HKTI Jatim Dorong Transformasi Energi Pertanian

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dampak konflik global mulai dirasakan hingga ke sektor pertanian di daerah. Ketidakpastian pasokan energi, khususnya bahan bakar m…

Satpolairud Gresik Evakuasi Mayat Lansia yang Ditemukan Mengapung di Dermaga Petro

Satpolairud Gresik Evakuasi Mayat Lansia yang Ditemukan Mengapung di Dermaga Petro

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Petugas dari Satpolairud Polres Gresik mengevakuasi sesosok jasad pria lanjut usia yang ditemukan mengapung di area bawah dermaga P…

Dinilai Tak Sinkron dengan Pusat, Saifudin Zuhri Desak Khofifah Cabut SE WFH ASN Hari Rabu

Dinilai Tak Sinkron dengan Pusat, Saifudin Zuhri Desak Khofifah Cabut SE WFH ASN Hari Rabu

Rabu, 01 Apr 2026 18:22 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Anggota DPRD Jawa Timur Komisi A sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri yang akrab disapa Fudin, melontarkan …

Diduga Sengaja Temperkan Diri KA di Pintasan KM 102 +00 Pria Bujanga Tewas di TKP

Diduga Sengaja Temperkan Diri KA di Pintasan KM 102 +00 Pria Bujanga Tewas di TKP

Rabu, 01 Apr 2026 17:49 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 17:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Semalam Selasa (32 Maret 2026) sekitar pukul 19.45 warga di sekitaran Kelurahan/Kec.Wlingi Kab.Blitar di kejutkan suara klakson…