80 Ribu Benur Nyaris Diselundupkan ke Batam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas menunjukkan puluhan ribu baby lobster ( benur) yang gagal diselundupkan.
Petugas menunjukkan puluhan ribu baby lobster ( benur) yang gagal diselundupkan.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Untuk kesekian kalinya, petugas dari Bea Cukai Juanda berhasil menggalkan aksi penyelundupan baby lobster (benur) jenis pasir dengan tujuan Batam, kamis (15/4).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Budi Harjanto mengatakan, penggagalan penyelundupan sebanyak 80 ribu baby lobster ini berawal dari informasi bahwa akan ada penyelundupan baby lobster.

“Informasi yang kami dapat sudah seminggu yang slalu. Kalau akan ada pengiriman baby lobster,” kata Budi Harjanto Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda.

Pihaknya dan tim yang lain pun melakukan pengawasan mendalam baik di terminal penumpang maupun di cargo. Pada akhirnya petugas mencurigai barang yang ada di cargo terminal 1 Bandara Juanda Surabaya.

Barang tersebut rencananya hendak berangkat ke Batam menggunakan pesawat Citilink QG-950.

“Barang yang kami curigai itu kemudian kami bawa untuk diperiksa melalui mesin x-ray serta pemeriksaan fisik,” katanya.

Hasil pemeriksaan mendalam, petugas mendapatkan dua kotak sterofoam berisikan plastik dan masing-masing ada seribu benih baby lobster. “Ada 80 plastik dan didalamnya ada benih lobster jenis pasir dengan nilai 8 miliar,” terangnya.

Terkait temuan ini, lanjut Budi, pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Pasalnya, dalam pengiriman tersebut terdapat nama penerima. “Kalau pengiriman paket sesuai surat muatan berinisial M. Sedangkan penerima di batam yaitu AP,” pungkasnya.

 

Berita Terbaru

Pemkab Tulungagung Perkuat Indeks Pemerintah Digital untuk Tingkatkan Layanan Masyarakat

Pemkab Tulungagung Perkuat Indeks Pemerintah Digital untuk Tingkatkan Layanan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 14:47 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus memperkuat tata kelola pemerintahan digital sebagai bagian dari upaya…

Minim Bantuan Pemerintah, Ayah Miskin Di Ponorogo Kehilangan Nyawa Anak, Gadai KTP Untuk Biaya RS

Minim Bantuan Pemerintah, Ayah Miskin Di Ponorogo Kehilangan Nyawa Anak, Gadai KTP Untuk Biaya RS

Selasa, 22 Sep 2026 14:45 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:45 WIB

SURABAYA PAGI,Ponorogo— Kisah pilu dialami Agung Setiawan seorang pengumpul rosok warga Dukuh Tempuran, Desa Gandu Kepuh, Ponorogo. Ia kehilangan putranya, R…

Pemkot Probolinggo Kembangkan Sumber Sono Keling, Siap Jadi Wisata Unggulan Daerah

Pemkot Probolinggo Kembangkan Sumber Sono Keling, Siap Jadi Wisata Unggulan Daerah

Selasa, 22 Sep 2026 14:44 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah dari sektor pariwisata, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo berencana mengembangkan…

Pantau Pelatihan BLK, Walikota Ning Ita Tegaskan Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran

Pantau Pelatihan BLK, Walikota Ning Ita Tegaskan Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran

Selasa, 22 Sep 2026 14:02 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026…

Dari Potensi Lokal hingga AI, Zurich Bekali Ribuan Siswa Hadapi Dunia Usaha

Dari Potensi Lokal hingga AI, Zurich Bekali Ribuan Siswa Hadapi Dunia Usaha

Selasa, 22 Sep 2026 14:01 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:01 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Program pendidikan kewirausahaan Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) kembali diperluas pada tahun ajaran 2026–2027 dengan menyasar 6.1…

JPU Kejari Surabaya, Diduga Panik dan Bingung Tanggapi Eksepsi Radity

JPU Kejari Surabaya, Diduga Panik dan Bingung Tanggapi Eksepsi Radity

Selasa, 22 Sep 2026 14:00 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA: Terdakwa Raditya M Khadaffi yang telah kumpulkan alat bukti, mendengarkan Replik Jaksa Penuntut Umum, menilai JPU panik dan binggung…