3 Sarang Tawon Ndas di Tempat Wisata Dievakuasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mengevakuasi sarang tawon ndas.
Petugas saat mengevakuasi sarang tawon ndas.

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - 3 sarang tawon vespa affinis (tawon ndas) yang berada di tempat wisata di Lamongan dievakuasi petugas PMK Lamongan. Keberadaan sarang tawon ini dianggap membahayakan pengunjung dan warga sekitar.

Sarang tawon vespa itu berada di dahan pohon jati dengan ketinggian sekitar 10 meter. Evakuasi terhadap sarang tawon sebesar bayi manusia itu dilakukan pada malam hari ketika tidak ada pengunjung.

"Kami menerjunkan 6 personel kami untuk mengevakuasi sarang tawon yang ada di salah satu lokasi wisata tersebut dan kami lakukan pada malam hari," kata Kabid Pemadam Kebakaran Lamongan, Amri kepada wartawan, Minggu (3/10/2021).

Dikatakan Amri, sarang tawon yang dievakuasi di lokasi wisata ini tidak hanya satu tapi 3 sarang yang semuanya berada di ketinggian pohon jati. Proses evakuasi, menurut Amri, dilakukan dengan terlebih dahulu menyemprotkan cairan khusus untuk kemudian dibakar dan naik menggunakan alat bantu yang dibawa Damkar Lamongan.

"Evakuasi dilakukan dengan cara dibakar karena posisinya sangat tinggi, kira-kira 10 meter di atas pohon dan alhamdulillah evakuasi berjalan dengan lancar," ujar Amri.

Posisi sarang yang diakui cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk evakuasi hanya dengan memanjat pohonnya. Makanya, lanjut Amri, tim melibatkan mobil Damkar yang memiliki tangga hidrolis dengan jangkauan cukup tinggi dan evakuasi berjalan selama kurang lebih 1 jam.

"Kondisi sarang tawon Vespa ini sudah matang dan sangat berbahaya. Beruntung ada yang melaporkan ke petugas Damkar," imbuhnya.

Amri menambahkan, tawon yang biasa disebut tawon ndas ini berbahaya jika menyengat manusia karena bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu, Amri mengimbau warga untuk segera melapor jika di lingkungan sekitar terdapat sarang tawon jenis tersebut.

"Sebelum ini kami juga sudah berpuluh-puluh kali melakukan evakuasi sarang tawon ini," tambah Amri sambil terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan hati-hati jika menjumpai sarang tawon ini.

Berita Terbaru

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

SurabayaPagi, Labuan Bajo – Pengembangan kawasan komersial dan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap o…

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti adanya kasus seorang pengendara sepeda motor mengalami luka di leher akibat terjerat kabel yang menjuntai di…

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Digitalisasi pembayaran parkir bakal diterapkan di seantero wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai wujud pembenahan tata kelola parkir…

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 27 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Jawa Timur bersaing dalam Campus League Billiard Season 1 Regional Surabaya untuk m…

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti dampak viralnya antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kembali memberlakukan…

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seorang petani bernama Purwanto (65), warga Dukuh Bajang, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal…