Tampilan Alfina Nindiani, Budi Doremi Hingga Catur Piwulang Meriahkan Pembukaan MQKN 2023

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampilan penyanyi Alfina Nindiani Budi Doremi mampu menghibur para santri dan undangan dalam pembukaan MQKN 2023.

FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN
Penampilan penyanyi Alfina Nindiani Budi Doremi mampu menghibur para santri dan undangan dalam pembukaan MQKN 2023. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Penampilan artis penyayi Alfina Nindiani, Budi Doremi mampu menghipnotis belasan ribu santri dan undangan yang hadir, dalam pembukaan Musabaqah Qira'atil Kutub Nasional (MQKN) 2023 di Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jawa Timur berlangsung meriah. 

Pra acara diawali dengan penampilan tari kolosal catur piwulang oleh 99 santri Pesantren Sunan Drajat. dan Alfina Nindiani, penyanyi asal Jawa Timur mendapatkan giliran sebelum sambutan dari tuan rumah pengasuh PPSD KH. Abdul Ghofur.

Wanita berparas cantik tersebut mendendangkan lagu wahdana, rohmatan lil alamin, mughrom dan lainnya tersebut, mampu menghipnotis belasan ribu santri dan undangan yang hadir dengan panggung spektakuler tersebut.

Tidak hanya Alfian Nindiani yang menghibur para undangan dan ribuan santri, ada juga Budi Doremi yang bernama asli Budi Syahbudin Syukur itu mampu tampil memukau di atas megahnya panggung MQKN 2023. Dia menyanyikan lagu-lagunya dengan begitu merdu dan bikin hati adem.

Bahkan, penampilan dua penyanyi ternama dan tarian kolosal ini begitu membekas di benak para hadirin yang memadati lokasi acara. Karuan saja penampilan para artis itu mampu menghibur ribuan santri yang berasal dari 35 Provinsi, mereka terlihat riang gembira.

Dalam sambutanya, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, mengungkapkan bahwa Pesantren Sunan Drajat mampu menjadi tuan rumah MQKN yang luar biasa.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi seluruh kerja keras dari jajaran panitia yang telah menyiapkan acara MQKN 2023 ini sejak awal, utamanya panitia lokal dan pimpinan Pesantren Sunan Drajat.

“Terimakasih kepada seluruh jajaran panitia. Kami sampaikan apresiasi kepada panitia, khususnya kepada tuan rumah dan Kiai Abdul Ghofur selaku pengasuh Pesantren Sunan Drajat atas penerimaan baiknya,” ungkap Waryono, Selasa (11/7/2023) malam.

Waryono juga mengucapkan selamat bermusabaqah kepada seluruh santri dan mahasantri dari kafilah Provinsi se-Indonesia. Pihaknya meminta kepada seluruh peserta untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap menjalin kekompakan selama bermusabaqah.

“Tetap jaga kesehatan, jalin kekompakan dan persaudaraan, karena kita adalah santri Indonesia,” ujar guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta saat memberikan sambutan atas nama ketua panitia pada Pembukaan MQKN ini.

Ditegaskan Waryono, MQKN 2023 merupakan langkah dalam menguji pemahaman santri dan mahasantri atas literatur referensi yang menjadi rujukan pembelajaran pesantren, yakni kutubut turats atau kitab kuning. “Kami sebenarnya berkeinginan MQKN ini bisa digelar secara periodik, 3 tahun atau 2 tahun sekali. Semoga bisa terealisasikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Waryono berkata, Kemenag juga menggelar Kemandirian Pesantren Expo di MQKN 2023 ini. Expo itu diisi oleh beberapa pesantren yang berasal dari seluruh Provinsi di Indonesia. Mereka menyajikan banyak produk unggulan karya santri.

Adapun produk unggulan itu di antaranya seni kerajinan dan industri kreatif, kuliner, fashion, konveksi atau garmen, jasa, buku atau kitab pustaka, obat-obatan tradisional, perikanan, hasil olahan laut serta lainnya.

“Pameran ini diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan pelanggan dengan produk-produk yang telah dihasilkan oleh pesantren maupun Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah),” jelasnya.

Dalam sejarah perjalanannya, MQKN pertama kali digelar pada tahun 2004 di Pesantren Al-Falah, Bandung, Jawa Barat. Lalu MQKN kedua tahun 2006 di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Berikutnya, MQKN ketiga tahun 2008 diselenggarakan di Pesantren Al-Falah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pada tahun 2011, MQKN sempat berubah nama menjadi Musabaqah Fahmi Kutubit Turats (MUFAKäT).

MUFAKäT ini bertempat di Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan, Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kemudian pada tahun 2014, kembali menjadi MQKN, saat MQKN kelima dilaksanakan di Pesantren As’ad Olak Kemang, Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Dilanjutkan MQKN keenam di Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Balekambang, Jepara, Jawa Tengah dan yang ketujuh MQKN digelar di Pesantren Sunan Drajat Lamongan pada tahun 2023 ini.jir

Tag :

Berita Terbaru

Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo, Mantan Ketua Dewan Mangkir 

Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo, Mantan Ketua Dewan Mangkir 

Selasa, 04 Agu 2026 21:24 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 21:24 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Penyidikan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo…

IDI Jember Sebut Telemedicine Homecare Mampu Memangkas Jarak dan Membantu Ke Keputusan Awal Pemeriksaan

IDI Jember Sebut Telemedicine Homecare Mampu Memangkas Jarak dan Membantu Ke Keputusan Awal Pemeriksaan

Selasa, 04 Agu 2026 20:33 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember memberikan tanggapan terkait implementasi program pelayanan Homecare bagi masyarakat. O…

Jatim Desak Pemerintah Berikan Trauma Healing bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Jatim Desak Pemerintah Berikan Trauma Healing bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II

Selasa, 04 Agu 2026 20:32 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta pemerintah pusat dan Pemprov Jatim memberikan layanan trauma healing sebagai bagian p…

Polrestabes Surabaya Amankan Tiga Pelaku Penyerobotan Ruko di Ngagel

Polrestabes Surabaya Amankan Tiga Pelaku Penyerobotan Ruko di Ngagel

Selasa, 04 Agu 2026 20:30 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Buntut dugaan aksi premanisme yang viral di media sosial terkait penyerobotan Ruko di Jalan Krukah Utara Ngagelrejo Kec. Wonokromo…

Dinilai Langgar Kode Etik ASN, Pedagang Pasar Adukan Kabag Hukum ke Sekda

Dinilai Langgar Kode Etik ASN, Pedagang Pasar Adukan Kabag Hukum ke Sekda

Selasa, 04 Agu 2026 19:57 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 19:57 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dinilai melanggar kode etik aparatur sipil negara (ASN), Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun mengadukan Kepala Bagian Hukum P…

Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo, Kerugian Negara Capai Rp 3,6 Miliar, Tersangka Diduga Terima Fee 30 Persen

Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo, Kerugian Negara Capai Rp 3,6 Miliar, Tersangka Diduga Terima Fee 30 Persen

Selasa, 04 Agu 2026 18:26 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Pengusutan kasus dugaan korupsi penyimpangan tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tahun anggaran 2023–2026 t…