SURABAYAPAGI.COM, Malang - Persoalan lingkungan yang semakin pelik mendorong PT Semen Indonesia untuk menerapkan sistem ekonomi sirkular dalam pengelolaan lingkungan. Hal ini sejalan dengan tujuan perseroan yang menekankan pentingnya aspek keberlanjutan.
Donny Arsal selaku Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk atau SIG, menyatakan bahwa prinsip ekonomi sirkular berfokus pada pengelolaan bahan baku, energi emisi, air limbah, serta efisiensi penggunaan air bersih.
Adapun dalam komitmennya untuk menjalankan prinsip keberlanjutan, SIG akan menerapkan hal ini diseluruh proses bisnis dan operasional, mulai tahap perencanaan, produksi, pengelolaan limbah hingga distribusi.
Melalui komitmen tersebut, produk-produk perseroan meraih Sertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GPCI), sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian. Karena dinilai sebagai produk yang ramah lingkungan.
“Selain itu, pada 2022 satu pabrik SIG berhasil meraih penghargaan proper emas sementara tujuh pabrik lainnya mendapatkan penghargaan Proper Hijau dari KLHK,” kata Donny.
SIG juga turut mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam merawat lingkungan agar tetap lestari, sehingga menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali, bahkan untuk generasi yang akan datang.
“Inisiatif ini sejalan dengan pilar keberlanjutan SIG, yaitu perlindungan terhadap lingkungan,” ujar Donny.
Pemprov Jawa Timur menggandeng Semen Indonesia dalam kerjasama Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Wilayah Jawa Timur, dalam upaya pengendalian pencemaran air limbah, pengendalian pencemaran sampah domestik, perbaikan wilayah kawasan di sepanjang sungai, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, serta edukasi tentang lingkungan kepada masyarakat. jk-04/Acl
Editor : Redaksi