Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Diskusi dan Nonton Bareng film Pesta Babi di Warung Garasi Kota Madiun, Sabtu(25/4/2026) malam.
Diskusi dan Nonton Bareng film Pesta Babi di Warung Garasi Kota Madiun, Sabtu(25/4/2026) malam.

i

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi tak hanya sebagai ajang apresiasi karya, tapi membuka ruang diskusi terkait dampak Proyek Strategis Nasional, khususnya bagi masyarakat adat Papua.

‎Kegiatan yang digelar Aksi Kamisan Madiun pada Sabtu (25/4/2026) malam itu menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, organisasi Cipayung, BEM, masyarakat umum, hingga guru dan buruh.

‎“Kami ingin belajar bersama masyarakat agar lebih memahami kondisi saudara-saudara kita di Papua,” ujar Sadam Koordinator Aksi Kamisan Madiun, Sabtu (25/4/2026) malam.

‎Sadam mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat, khususnya kalangan muda di Kota Madiun, yang dinilai masih memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.

‎“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat, terutama anak muda, yang masih peduli melihat kondisi saudara-saudara kita di Papua yang hari ini cukup memprihatinkan,” katanya.

‎Sementara itu, pemantik diskusi, Ajar Putra Dewantoro, menilai film Pesta Babi membuka perspektif publik mengenai kondisi masyarakat Papua. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam kebijakan pemerintah.

‎“Papua adalah saudara kita. Pendekatan yang lebih humanis harus diutamakan, termasuk mengkaji ulang proyek-proyek strategis nasional yang berdampak pada masyarakat,” tegasnya.

‎Menurutnya, masyarakat sipil memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

‎“Kita harus terus bergandengan tangan dan mengawasi agar negara ini berjalan untuk kepentingan bersama, karena kita bernegara untuk selamanya,” imbuhnya.

‎Salah satu peserta, Helmi Mustafa dari BEM Universitas PGRI Madiun, mengaku tersentuh setelah menonton film tersebut. Ia menilai terdapat ketidaksesuaian antara peran aparat dengan kondisi di lapangan.

‎“Saya merasa prihatin. Aparat yang seharusnya melindungi masyarakat justru digambarkan tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya.

‎Selain itu, ia juga menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai “kolonialisme modern”, di mana eksploitasi terjadi bukan lagi oleh pihak asing, melainkan oleh pihak dalam negeri sendiri.

‎“Ini menjadi refleksi bahwa kolonialisme bisa datang dari bangsa sendiri,” katanya.

‎Film Pesta Babi sendiri merupakan dokumenter yang mengangkat kondisi masyarakat adat di Papua Selatan yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN). Film ini menyoroti pembukaan hutan skala besar di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi atas nama ketahanan pangan dan energi.

‎Disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale, film ini merupakan kolaborasi sejumlah lembaga, di antaranya Jubi, Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.

‎Di sisi lain, pemerintah melalui program PSN menyebut proyek-proyek itu bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, meski dalam pelaksanaannya menuai beragam respons dari kalangan masyarakat.mdn

Berita Terbaru

Hilirisasi Tembakau Jember Pusat Ekspor Cerutu Nasional

Hilirisasi Tembakau Jember Pusat Ekspor Cerutu Nasional

Kamis, 24 Sep 2026 05:50 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus menggenjot hilirisasi komoditas tembakau lokal untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing e…

Gus Fawait Pilih Pendopo Jember Jadi Ruang Dialog Hadapi Persoalan Warga

Gus Fawait Pilih Pendopo Jember Jadi Ruang Dialog Hadapi Persoalan Warga

Kamis, 24 Sep 2026 05:45 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM -Jember - Bupati Jember Gus Fawait menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan kepemimpinan yang responsif dan humanis melalui pendekatan…

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…