Sebanyak 77,3 Persen Responden Nilai Kualitas Infrastruktur di Lamongan Masih Belum Memadai

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jalan rusak dan berlubang di Jl Pahlawan sudah mulai dikerjakan. SP/MUHAJIRIN 
Jalan rusak dan berlubang di Jl Pahlawan sudah mulai dikerjakan. SP/MUHAJIRIN 

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dua tahun belakangan ini Pemkab Lamongan mulai gencar mewujudkan pembangunan infrastruktur. Namun kualitas infrastruktur sebanyak 77,3 persen responden menilai belum memadai.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Madekhan Ali Koordinator peneliti senior dari Prakarsa Jawa Timur kepada surabayapagi.com pada Senin, (27/4/2026).

Disebutkan olehnya, hasil survei soal kualitas pembangunan Infrastruktur fisik meliputi, jalan, jembatan, drainase, dan gedung fasilitas

umum di wilayah Lamongan, disebutkan sebanyak 77,3% responden menilai kualitas infrastrukturnya belum memadai, lebih detailnya lihat pada tabel pada grafik.

"Hasil survei ini juga secara eksplisit mengungkapkan masih 

rendahnya tingkat kepuasan masyarakat Lamongan atas kualitas infrastruktur," kata Made panggilan akrab pria yang juga akademisi ini menjelaskan.

Dari 77,3 persen responden tersebut lanjut Made, yang menyebutkan kualitas pembangunan fisik masih belum memadai, rinciannya sebanyak 50,9% responden menilai infrastruktur kurang berkualitas. Disusul sebanyak 26,4% menilai tidak berkualitas, 20,8% menilai berkualitas, dan hanya sekitar 1,9% yang menilai sangat berkualitas. 

"Jadi responden yang menilai pembangunan infrastuktur di Lamongan berkualitas hanya sebanyak 20,8 persen, dan 1,9 persen menyebut sangat berkualitas," bebernya.

Hasil ini sangat kontras dengan capaian Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) dalam LKPJ Bupati Lamongan 2025. Dimana dilaporkan IKLI Tahun 2025 mencapai 81,71 melampaui target 81,6, dan meningkat dibandingkan IKLI 2024 yang berada di angka 81,33.

Meskipun Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) Kabupaten Lamongan meningkat dari 81,33 pada 2024 menjadi 81,71 pada 2025, kenaikan hanya sebesar 0,38 poin menunjukkan bahwa perbaikan layanan infrastruktur berlangsung relatif lambat, dan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Dalam LKPJ Bupati 2025 disebutkan bahwa keberhasilan pencapaian target indeks ini ditopang oleh program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA), pembangunan jalan-jembatan, drainase, irigasi, dan sarana transportasi. "Berbagai kejadian banjir dan kerusakan jalan menunjukkan adanya kesenjangan antara skor indeks dan kondisi lapangan," ungkapnya.

Selain itu, dalam survei Prakarsa Jatim, responden mengakumulasi kritik yang seringkali muncul, seperti jalan rusak berulang, drainase tidak berfungsi, banjir tidak tertangani, proyek jalan dikerjakan di lokasi yang sebenarnya belum prioritas, dan sedangkan jalan rusak berat justru belum diperbaiki.

Sementara itu, survei tim Prakarsa Jatim ini menyisir mayoritas umur responden di atas 40 tahun (47,2%), disusul usia 35–40 tahun (32,1%) dan 29–34 tahun (17%). Responden usia muda relatif sedikit.

Ini menunjukkan hasil survei lebih banyakmerepresentasikan kelompok masyarakat dewasa yang telah lama merasakan kondisi pembangunan di wilayahnya. 

Dalam konteks responden, Kelompok usia dewasa dan lanjut cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kualitas jalan, banjir, pelayanan

publik, dan ketepatan sasaran program. Karena itu, penilaian kritis yangvmuncul dalam survei cukup relevan sebagai cerminan kondisi riil.

Sedangkan domisili Kecamatan Responden tersebar di 14 kecamatan, dengan proporsi terbesar berasal dari Kecamatan Kota Lamongan (20,8%), Tikung (18,9%), Deket (13,2%), Babat (11,3), Sugio (7,5%), Solokuro (5,7%) dan Glagah, Turi, Laren, Ngimbang masing-masing (3,8%).jir

Berita Terbaru

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mad…

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rak-rak di Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy Surabaya tidak hanya berisi makanan ringan, sambal, kerupuk, minuman, atau kerajinan tangan. Di b…

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com,Blitar - Kebakaran terjadi lagi, kali ini  rumah milik Alm. Bapak Abdul Rochim yang dihuni oleh anak cucunya di Jalan Semeru Kota Blitar yang …