Pelaku Pengancam Teror Anies Baswedan Ditangkap, Ganjar Terpukau dengan Respons Cepat Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo sambut positif penangkapan pelaku pengancaman penembakan terhadap Capres nomor urut 1, Anies Baswedan. SP/ Aini
Calon presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo sambut positif penangkapan pelaku pengancaman penembakan terhadap Capres nomor urut 1, Anies Baswedan. SP/ Aini

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penangkapan pelaku pengancaman penembakan yang dilontarkan lewat media sosial kepada calon presiden (Capres) nomor urut 01, Anies Baswedan, disambut positif oleh Ganjar Pranowo. Atas hal itu, capres nomor urut 03 itu mengapresiasi kinerja cepat kepolisian.

Ditemui Surabaya Pagi, usai menghadiri pertemuan lintas iman di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu malam (13/01/2024), Ganjar merasa senang atas demokrasi yang berjalan baik di Indonesia.

"Bagus, terima kasih atas gerak cepat kepolisian sehingga demokrasi bisa berjalan lancar," kata Ganjar.

Ia pun berharap, ancaman teror itu tak berpotensi menghambat demokrasi di Indonesia. Serta kejadian serupa tak terulang lagi dan proses menuju Pemilu 2024 berjalan dengan aman. 

"Kemudian (berharap) tidak ada lagi model-model yang meneror seperti itu sehingga semuanya nanti akan berjalan sesuai dengan baik," imbuhnya. 

Perlu diketahui, pada Sabtu (13/01/2024) Mabes Polri telah menangkap AWK, warga Jember, Jawa Timur, yang diduga sebagai pemilik akun @calonistri71600 yang melakukan pengancaman lewat media sosial.

Pelaku ditangkap atas kerja gabungan yang dilakukan Subdit Siber Dirkrimsus Polda Jatim yang dibackup oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri. Kini, masih menjalani pemeriksaan intensif oleh kepolisian untuk mengetahui mendalami motif dari pelaku.

Disisi lain, Partai NasDem (Nasional Demokrat) juga mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh kepolisian ini.

"Membuktikan sekali kepolisian Indonesia bekerja untuk seluruh warga negara Indonesia," pungkas Charles Meikyansah. Ain

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…