SURABAYAPAGI.com, Malang - Dipicu masifnya dukungan pemasangan tower sinyal oleh perusahaan seluler, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur menyebut blankspot sinyal komunikasi di daerah itu berkurang pada 2026, dan saat ini tersisa 85 titik dari periode sebelumnya yang sebanyak 100 titik.
"Karena sudah ada beberapa pendirian tower di beberapa titik pengembangan oleh provider, seperti di Ngantang, Pujon, sampai Karangploso akhirnya berkurang jadi 85 titik dari sebelumnya pada awal 2025 masih hampir 100an titik," jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang Atsalis Supriyanto, Kamis (11/06/2026).
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya pemerataan akses sinyal komunikasi dikarenakan kondisi geografis wilayah Kabupaten Malang, terutama di area lereng gunung. Sehingga, sebagai upaya pemerataan akses sinyal komunikasi, dinas terkait terus menggencarkan koordinasi dengan seluruh perusahaan telekomunikasi sehingga titik blankspot bisa terus berkurang secara bertahap.
Dan khusus di wilayah dataran tinggi, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan perusahaan penyedia jaringan guna mencari opsi perangkat pemancar sinyal dengan ukuran lebih kecil sebagai pengganti tower.
Diketahui, berdasarkan data yang dihimpun dari Diskominfo Kabupaten Malang, puluhan lokasi yang masih belum dijangkau sinyal, diantaranya Desa Bandungrejo dan Desa Sumberbening di Kecamatan Bantur, Desa Druju di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading, Desa Taji di Kecamatan Jabung, dan Desa Tlogorejo di Kecamatan Pagak.
Kemudian, Desa Sukodono di Kecamatan Dampit, Desa Kambingan di Kecamatan Tumpang, Desa Sumber Agung di Kecamatan Ngantang, Desa Pait di Kecamatan Kasembon, Desa Karanganyar di Kecamatan Poncokusumo, dan Desa Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo.
Selain itu, ia mengaku optimistis penyelesaian masalah pemerataan sinyal bisa semakin cepat dengan berjalannya pelaksanaan proyek pembangunan sekolah rakyat yang direncanakan ditempatkan di Kabupaten Malang bagian selatan. ml-02/dsy
Editor : Redaksi