Atasi Kekeringan, Pemkab Bangkalan Bangun PAMSIMAS di 21 Titik Terdampak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisasi pelaksanaan program PAMSIMAS 2026. SP/BNG
Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisasi pelaksanaan program PAMSIMAS 2026. SP/BNG

i

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Guna mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, tahun ini membangun sebanyak 21 titik pengeboran melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan telah kerja sama dengan pemerintah pusat dengan nilai total anggaran mencapai Rp10,5 miliar lebih.

Sementara untuk 21 titik yang menjadi fokus pembangunan PAMSIMAS tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerawanan kekeringan yang selama ini dialami masyarakat. Sehingga, melalui program PAMSIMAS 2026 ini, Pemkab Bangkalan berharap persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim kemarau, dapat berangsur teratasi dan meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah-wilayah rawan kekeringan.

"Program ini sengaja kami prioritaskan untuk wilayah-wilayah yang selama ini mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Lokasi yang menjadi prioritas berada di daerah-daerah yang akses air bersihnya masih sangat rawan, di antaranya Kecamatan Blega, Klampis, Tanjung Bumi, dan Kecamatan Kokop," jelas Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Minggu (02/08/2026).

Secara terpisah Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Deni Kumara menjelaskan, seluruh lokasi saat ini telah memasuki tahapan pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai pelaksana kegiatan. Dan setelah dokumen RKM selesai disusun, akan dilakukan penandatanganan kontrak antara pihak balai dengan ketua Pokmas masing-masing lokasi sebelum dana tahap pertama dicairkan. Sementara itu, untuk sasaran utama program ini adalah desa-desa yang mengalami krisis air bersih, khususnya daerah yang belum mendapatkan layanan PDAM. 

"Untuk PAMSIMAS tahun 2026 sebanyak 21 lokasi. Saat ini sudah dilakukan pembentukan kelompok masyarakat atau Pokmas. Setelah ini mereka akan menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Kalau RKM sudah selesai, nanti dilakukan tanda tangan kontrak antara BPK dengan Ketua Pokmas. Setelah itu dana termin pertama bisa disalurkan. Insyaallah mulai Agustus tahap pertama sudah bisa dilaksanakan," katanya. bg-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…