Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkab Bangkalan Canangkan Program KCS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangkalan Luthfiana Lukman Hakim. SP/BGK
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangkalan Luthfiana Lukman Hakim. SP/BGK

i

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti angka kasus stunting di wilayah Kabupaten Bangkalan yang masih tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bekal menekan kasus kesehatan tersebut dengan mencanangkan program Komunitas Cegah Stunting (KCS) dan peningkatan kapasitas kader posyandu.

Lebih lanjut, diketahui, prevalensi stunting di Kabupaten Bangkalan berada pada angka 17,6 persen, sesuai dengan data laporan terbaru Dinas Kesehatan Pemkab Bangkalan. Angka ini menurun dibanding tahun 2022 yang mencapai 26,2 persen, meskipun dibanding rata-rata nasional masih lebih rendah, yakni 19,8 persen.

"Karena itu, perlu ada upaya sistematis, terarah dan terukur yang perlu kami lakukan untuk mencegah penyebaran kasus stunting di kabupaten ini. Karena itu program KCS dan peningkatan kapasitas kader posyandu kami lakukan, guna terus menekan stunting. Target kami di Bangkalan prevalensi stunting hingga akhir 2026 nanti adalah 14,84 persen," ujar Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangkalan Luthfiana Lukman Hakim, Senin (17/08/2026).

Program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Danone Indonesia, serta Studi dan Pemberdayaan Keswadayaan Rakyat (SPEKTRA) yang akan difokuskan pada peningkatan kemampuan kader dalam pengukuran antropometri, edukasi gizi seimbang, serta pemahaman sistem rujukan untuk mendukung penanganan stunting secara tepat.

"Melalui program ini saya berharap para kader tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan semangat untuk menerapkan ilmu di Pemkab Bangkalan berharap kolaborasi melalui Program KCS ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pencegahan stunting di tingkat desa.

Sehingga, dengan kader yang semakin terampil, masyarakat diharapkan memiliki akses terhadap edukasi dan deteksi dini yang lebih baik. Pada akhirnya, penguatan kapasitas kader diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus mewujudkan generasi Bangkalan yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik. bg-01/dsy

Berita Terbaru

Parade Surabaya Juang 2026, Pemkot Surabaya Bakal Libatkan 2.150 Peserta

Parade Surabaya Juang 2026, Pemkot Surabaya Bakal Libatkan 2.150 Peserta

Rabu, 28 Okt 2026 13:10 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Parade Surabaya Juang 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melibatkan 2.150 peserta dari berbagai unsur seperti…

Kedapatan Jadi Mandor Proyek di Ngawi, Dua WNA Tiongkok Dideportasi

Kedapatan Jadi Mandor Proyek di Ngawi, Dua WNA Tiongkok Dideportasi

Rabu, 28 Okt 2026 13:08 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial JL dan JZ dideportasi setelah kedapatan menjadi mandor proyek pembangunan di K…

Aktif Lindungi Masyarakat Pekerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Ponorogo Masuk 10 Terbaik Jatim

Aktif Lindungi Masyarakat Pekerja Bersama BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Ponorogo Masuk 10 Terbaik Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 13:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo masuk dalam 10 BAZNAS kabupaten/kota terbaik di Jawa Timur atas…

Pemkab Magetan Kucurkan Rp3,8 Miliar Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

Pemkab Magetan Kucurkan Rp3,8 Miliar Antisipasi Banjir saat Musim Hujan

Rabu, 28 Okt 2026 12:59 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya dalam mengurangi risiko banjir saat musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, mengalokasikan anggaran Rp3,8…

Harga Pangan di Pasar Wonokromo Relatif Stabil, BHS Soroti Ayam Rp35.000 per Kilogram

Harga Pangan di Pasar Wonokromo Relatif Stabil, BHS Soroti Ayam Rp35.000 per Kilogram

Rabu, 28 Okt 2026 12:57 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono menyoroti tingginya harga ayam di Pasar Wonokromo, Surabaya, meski sejumlah k…

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes P2KB Tuban Evaluasi Program KIA

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes P2KB Tuban Evaluasi Program KIA

Rabu, 28 Okt 2026 12:50 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Sebagai upaya dalam memastikan pelayanan keselamatan ibu selama kehamilan dan persalinan serta kesehatan bayi berjalan optimal, Dinas…