SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) setempat terus berkomitmen menggencarkan edukasi dan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat terutama di area lahan terbuka dan pemukiman
Pasalnya, saat fenomena kemarau ekstrem memicu banyaknya rumput dan alang-alang kering di berbagai wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran. Ditambah juga, dengan jumlah kejadian kebakaran pada bulan Agustus 2026 menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan, memasuki bulan September kasus kebakaran alang-alang bahkan terjadi hampir setiap hari dengan catatan sedikitnya 21 kejadian terutama di tanah-tanah milik pengembang yang belum dibangun.
"Banyak lahan terbuka di Surabaya yang rumputnya mulai mengering akibat cuaca ekstrem. Kami mengimbau warga untuk tidak membakar sampah di lahan kosong, tidak membakar semak-semak, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di tepi jalan," ujar Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani, Kamis (17/09/2026).
Menurutnya, sebagian besar peristiwa bencana ini justru bermula dari kelalaian kecil dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak membiasakan meninggalkan kabel charger yang masih terhubung ke stopkontak tanpa pengawasan,karena hal tersebut kerap memicu kepulan asap dan kobaran api besar.
"Banyak kebakaran yang dipicu hal sepele. Mulai dari lupa mematikan kompor saat memasak, korsleting listrik akibat kabel tua atau steker bertumpuk, membuang puntung rokok sembarangan, hingga penggunaan obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat kursi busa. Jika terjadi kebocoran atau letupan tabung LPG, kami meminta warga tidak panik dan segera menutup tabung menggunakan kain atau lap basah," tuturnya.
"Kami berharap di tengah cuaca ekstrem yang panas dan berangin ini, masyarakat bisa lebih berhati-hati dan meninggalkan kebiasaan yang bisa memicu kebakaran api," imbuhnya. sb-04/dsy
Editor : Redaksi