SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya dalam menekan angka kemiskinan yang masih berada di 10,29 persen, sementara target dalam RPJMD ditetapkan sebesar 9 persen, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memetakan program penanggulangan kemiskinan agar lebih terpadu hingga tingkat desa.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang digelar di Aula Balai Benih Ikan (BBI) untuk menyatukan langkah penanganan kemiskinan di Trenggalek. Dimana, seluruh OPD harus terlibat sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar program yang dijalankan saling mendukung.
"Penanganan kemiskinan itu tidak hanya menjadi tanggung jawab satu dinas saja, tapi ada lintas OPD yang semuanya bertanggung jawab," ujar Kepala Bapperida Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyowati, Kamis (17/09/2026).
Menurut Ratna, pemerintah daerah menerapkan tiga strategi utama dalam menekan angka kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan, diantaranya melalui berbagai program, mulai dari dukungan pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan keterampilan, hingga penyediaan akses jalan, rumah layak huni, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta sanitasi.
Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, menekankan pentingnya membangun komunikasi yang kuat mulai dari tingkat RT, desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten. Menurutnya, komunikasi menjadi kunci agar persoalan masyarakat dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Ia berharap koordinasi yang semakin baik antarjenjang pemerintahan mampu mempercepat penanganan persoalan kemiskinan sekaligus mencegah berbagai masalah sosial berkembang lebih luas di masyarakat. tr-01/dsy
Editor : Redaksi