Petani di Kota Batu Kian Terjepit, Bantuan Pupuk Organik Dipangkas hingga 70 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bantuan pupuk organik bagi petani di Kota Batu dipangkas hingga 70 persen. SP/BTU
Bantuan pupuk organik bagi petani di Kota Batu dipangkas hingga 70 persen. SP/BTU

i

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sejumlah petani di Kota Batu kian terjepit melihat bantuan pupuk organik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bagi kalangan petani hortikultura dipangkas cukup dalam, hingga 70 persen dibandingkan alokasi tahun sebelumnya, buntut efisiensi alokasi bantuan tersebut. 

Pemangkasan kuota tersebut tidak terlepas dari kebijakan efisiensi fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Apabila pada tahun lalu volume bantuan pupuk organik menembus angka 70 ton, tahun ini jumlahnya menyusut drastis menjadi sekitar 20 ton saja. 

“Tahun lalu total bantuannya mencapai 70 ton. Tahun ini jumlahnya menyusut tajam menjadi sekitar 20 ton,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu, Harijadi Agung Setijana, Rabu (07/10/2026).

Lebih lanjut, Harijadi menjelaskan bahwa penyaluran pupuk organik ini tidak ditujukan bagi seluruh jenis komoditas. Bantuan ini diprioritaskan bagi komoditas tanaman hortikultura yang tidak masuk dalam skema daftar 10 komoditas penerima pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Dan untuk penerimanya adalah kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang tersebar di sedikitnya 12 desa dan kelurahan se-Kota Batu.

Kendati demikian, pemangkasan dukungan pemerintah ini tak ayal menyempitkan ruang gerak para petani. Di tengah tingginya tuntutan menjaga produktivitas serta mutu kualitas hasil panen hortikultura, kebutuhan modal sarana produksi pertanian (saprodi) tetap membengkak.

Harijadi menambahkan, program pemberian pupuk organik ini sejatinya dirancang untuk mentransformasi pola budidaya pertanian daerah. Pemkot Batu mendorong  

Oleh karena itu, dengan merosotnya kuota bantuan dari 70 ton menjadi 20 ton, para petani praktis harus menutupi kekurangan pasokan pupuk secara swadaya. Pihaknya berharap keterbatasan kuota ini tidak sampai mendegradasi volume produktivitas petani maupun menurunkan standar kualitas produk hortikultura unggulan Kota Batu. bt-01/dsy

Berita Terbaru

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…