SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memenuhi kebutuhan bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) di tengah musim kemarau panjang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggencarkan program gerakan pangan murah (GPM) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan.
"Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Warga rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan berkualitas dengan harga miring, terutama beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Minyakita," ujar Kepala DKPP Kota Surabaya Nanik Sukristina, Kamis (08/10/2026).
Menurutnya, GPM tidak hanya mengandalkan pasokan dari BUMN seperti Bulog, tetapi juga menjadi wadah bagi produk lokal dan kelompok tani (poktan) setempat untuk memperkenalkan produknya. Selain beras SPHP yang menjadi incaran utama, pangan segar seperti produk perikanan dan telur ayam ras juga ludes terjual sejak awal pelaksanaan.
Dimana, strategi intervensi pasar ini secara rutin dilakukan di 31 kecamatan se-Surabaya demi memastikan pasokan pangan tetap aman. "Upaya ini kami lakukan untuk menekan angka inflasi di Kota Surabaya agar harga pangan di pasaran tidak melambung tinggi. Contohnya cabai yang harganya melonjak di pasar, di sini kami jual murah agar masyarakat tetap bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau," katanya.
Diketahui, produk yang dijual di antaranya 200 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58 ribu, 75 sak beras premium Jempol Tani kemasan 5 kilogram seharga Rp74.500, 360 liter MinyaKita seharga Rp15.500 perliter, minyak Rosebrand sebanyak 120 liter, minyak Fortune sebanyak 120 liter, serta gula Rosebrand sebanyak 240 kilogram.
Selain itu, ada pula bahan pangan segar seperti 240 kilogram gula Kebon Agung seharga Rp17 ribu per kilogram, telur ayam ras PT Surya Kreasi Pangan seharga Rp23 ribu per kilogram, daging sapi dan olahan dari PD Rumah Potong Hewan (RPH), daging ayam ras dari PT Primafood International, serta 100 pak telur ayam karya padat karya pemberdayaan keluarga miskin. sb-04/dsy
Editor : Redaksi