SURABAYAPAGI.com, Madiun - Lewat kegiatan Festival Literasi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, berupaya mendorong minat baca siswa SD dan SMP, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi anak-anak dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat informasi, pengetahuan literasi, pembelajaran, dan ruang kreativitas.
Festival Literasi yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun tersebut sebagai penguatan literasi sangat penting bagi generasi muda di tengah pesatnya informasi era digital.
"Membaca adalah jendela dunia. Lewat membaca, anak-anak dapat menambah wawasan, ilmu pengetahuan, sekaligus membangun jati diri agar memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing," ujar Bunda Literasi Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, membaca bukan lagi hanya mengeja huruf, melainkan proses mengasah pikiran menjadi maju dan kritis agar anak-anak berpengetahuan luas dan tidak mudah terpengaruh informasi bohong (hoaks).
Selain itu anak-anak atau para siswa diminta untuk membiasakan diri membaca setidaknya 10 hingga 15 menit setiap hari, baik melalui buku cetak maupun aplikasi perpustakaan digital. Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendampingi anak-anak saat belajar dan mengoperasikan gawai di rumah.
"Harapan kami, kegiatan literasi ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi anak-anak sekolah, sehingga pengalaman dan ilmu yang didapat bisa menjadi bekal masa depan mereka untuk lebih sukses," kata Erni.
Dalam kegiatan tersebut, peserta festival yang terdiri atas para siswa SD dan SMP sangat antusias mengikuti pelatihan mendongeng dan pelatihan membaca lantang untuk guru KB,TK, dan SD/ MI. md-01/dsy
Editor : Redaksi