SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menjelang musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo meningkatkan kapasitas pompa Sekardangan dari 50 menjadi 250 liter per detik untuk mengurangi risiko banjir di Sidokare dan sekitarnya, serta mempercepat pembangunan infrastruktur agar selesai sesuai target dan memenuhi standar kualitas.
Oleh karenanya, Bupati Sidoarjo, Subandi meminta pengawasan diperketat, terutama terhadap penggunaan material dan pengerjaan pasangan batu. Bagian konstruksi yang belum memenuhi standar harus diperbaiki sebelum serah terima. Sehingga, dirinya berharap fasilitas tersebut dapat mengurangi genangan di kawasan depan Lippo Plaza ketika curah hujan meningkat.
“Secara progres, pekerjaan ini harus terus dikawal agar selesai tepat waktu. Namun, yang tidak kalah penting adalah kualitas pekerjaan dan material yang digunakan. Kalau ada bagian yang kurang baik, harus segera diperbaiki sebelum serah terima, sehingga tidak menimbulkan pekerjaan berulang,” tegasnya, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, di Sekardangan, ia meminta pembangunan embung dan rumah pompa turut mendukung penataan lingkungan serta kegiatan ekonomi warga. “Alhamdulillah, pembangunan ini berjalan dengan baik. Saya minta agar embung ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk menampung air dan mengatasi banjir, tetapi juga mendukung penataan lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Harapannya, setelah persoalan banjir tertangani, UMKM di sekitar sini juga dapat beraktivitas dengan baik,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo, Makhmud, menjelaskan bahwa kemajuan pembangunan rumah pompa Sekardangan mencapai 11 persen, melampaui target 10 persen. Pekerjaan meliputi pembangunan plengsengan dan rumah pompa serta peningkatan kapasitas pompa. Penanganan banjir juga dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan rumah pompa di kawasan Lippo, Banjarpoh, Sidokare, dan Sekardangan.
Secara keseluruhan, Kabupaten Sidoarjo memiliki 38 rumah pompa dengan kapasitas sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Dan khusus kawasan Jalan Jati, Dinas PUBM akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai rencana pembangunan saluran yang melintasi jalan provinsi. sd-02/dsy
Editor : Redaksi