Pelajar Surabaya Rancang Permainan untuk Lawan Penipuan Keuangan Digital

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Jakarta – Tingginya akses layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti pemahaman yang memadai, terutama di kalangan pelajar.

Kondisi ini menjadi tantangan di tengah semakin mudahnya transaksi digital dan meningkatnya kebutuhan generasi muda untuk memahami cara mengelola uang serta mengenali risiko keuangan.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi keuangan kalangan pelajar mencapai 92,76 persen. Namun, indeks literasinya baru 62,72 persen.

Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa kemudahan mengakses layanan keuangan belum tentu sejalan dengan kemampuan memahami produk, mengelola pengeluaran, dan mengambil keputusan finansial secara bijak.

Persoalan itu menjadi salah satu perhatian dalam JA SparktheDream Social Challenge 2026. Dalam kompetisi yang digelar PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) tersebut, pelajar sekolah menengah pertama (SMP) didorong merancang solusi sosial yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu gagasan datang dari Tim FINSHIELD, siswa SMP Nation Star Academy Surabaya, yang meraih juara kedua melalui permainan papan untuk membantu remaja mengenali modus penipuan keuangan.

Inovasi ini mengajak pemain mempelajari berbagai skenario penipuan sekaligus berlatih mengambil keputusan yang lebih aman.

FINSHIELD dilengkapi jurnal finansial, tantangan yang melibatkan keluarga, serta mentor berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama SORA.

Pendekatan tersebut dirancang agar pembelajaran keuangan tidak berhenti pada pengetahuan teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetisi nasional yang menjadi puncak program JA SparktheDream itu menghadirkan 12 gagasan dari pelajar SMP.

Selain keamanan keuangan digital, para peserta mengangkat persoalan kebiasaan finansial dan pengelolaan uang saku dalam keluarga.

Tim 13 Finsmart dari SMPN 13 Bandung meraih juara pertama melalui FINHABIT, platform interaktif yang menggabungkan latihan, simulasi, dan tantangan kehidupan nyata.

Pengguna diajak mempraktikkan pengetahuan keuangan sekaligus mengevaluasi keputusan yang diambil untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Sementara itu, Tim Spensyora dari SMPN 9 Denpasar menempati posisi ketiga melalui Cashora. Situs web pencatatan uang saku tersebut memberikan notifikasi ketika pengeluaran meningkat terlalu cepat.

Dengan cara itu, anak-anak dan keluarga diharapkan dapat mengevaluasi pola belanja sebelum uang saku habis.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Halimatus Sa’diyah, mengatakan pelajar menjadi salah satu segmen prioritas dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan karena tingkat pemahaman serta penggunaan layanan keuangan mereka masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Edukasi sejak usia sekolah menjadi investasi penting untuk membangun kemampuan mengelola uang, memahami risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab di masa depan,” ujarnya dalam sambutan pada JA SparktheDream Social Challenge Indonesia Final 2026.

Menurut dia, penguatan literasi keuangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri jasa keuangan, sekolah, keluarga, hingga organisasi masyarakat.

Kolaborasi diperlukan agar materi yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, menyampaikan bahwa pembelajaran keuangan sejak dini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi risiko dan perubahan kondisi kehidupan.

“Di tengah tekanan finansial dan ketidakpastian pendapatan yang dihadapi masyarakat, pembelajaran keuangan sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi risiko dan perubahan sepanjang kehidupan,” katanya.

Ia menambahkan, melalui JA SparktheDream, FWD Insurance berupaya membantu pelajar membangun kebiasaan finansial yang sehat dan kemampuan mengambil keputusan sesuai dengan aspirasi mereka.

Program JA SparktheDream sendiri menggabungkan pembelajaran di kelas, aktivitas bersama keluarga, dan pendampingan sukarelawan.

Dalam kompetisi ini, siswa bekerja dalam tim untuk mengidentifikasi persoalan sosial di lingkungan sekitar, kemudian menyusun solusi yang dipresentasikan melalui video pendek.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, mengatakan proses merancang solusi memberi kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan pengetahuan keuangan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Kami ingin siswa mampu menggunakan pengetahuan keuangan untuk mengambil keputusan dan memahami persoalan di sekitarnya. Ketika merancang solusi, mereka perlu mempertimbangkan siapa yang membutuhkan, bagaimana solusi digunakan, dan manfaat yang ingin dicapai,” ujarnya.

Menurut Utami, pendampingan guru, keluarga, dan sukarelawan turut membantu siswa mempertajam gagasan.

Proses tersebut juga mengasah penalaran kritis, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta kepercayaan diri untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Dua tim terbaik dalam kompetisi nasional itu berhak mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat Asia Pasifik pada November 2026. Mereka akan berhadapan dengan peserta dari Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Sebelum mengikuti kompetisi nasional, peserta menjalani bootcamp daring untuk mengembangkan solusi literasi keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan presentasi.

Sesi mentoring bersama sukarelawan FWD Insurance juga diberikan untuk membantu peserta menyempurnakan gagasan dan mempersiapkan pemaparan solusi.

Sejak dimulai pada 2023, program JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 8.200 siswa di 12 kota dan kabupaten, termasuk Surabaya dan Sidoarjo. Pada tahun keempat pelaksanaannya, program tersebut melibatkan lebih dari 2.300 siswa.

Berbagai gagasan yang muncul dari kompetisi ini memperlihatkan bahwa literasi keuangan dapat diajarkan melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian anak.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pengetahuan tersebut benar-benar membentuk kebiasaan, mulai dari mengatur uang saku hingga mengenali risiko penipuan sebelum mengambil keputusan finansial.

Bagi pelajar, kemampuan mengelola uang bukan sekadar persoalan menghitung pemasukan dan pengeluaran. Pemahaman terhadap risiko, kedisiplinan dalam berbelanja, serta keberanian memeriksa kebenaran tawaran keuangan menjadi bekal penting ketika mereka semakin aktif menggunakan layanan digital.

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…