SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah strategi dalam mengembangkan potensi wisata heritage (warisan budaya) sekaligus menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, terus berupaya menambah jumlah cagar budaya.
"Memang untuk cagar budaya yang telah ditetapkan belum terlalu banyak, makanya kami terus berupaya agar destinasi wisata heritage berkembang. Untuk kunjungan wisatawan dari luar negeri trennya naik dari tahun ke tahun," kata Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto, Minggu (01/11/2026).
Berdasarkan data dari Disparta Kota Batu, jumlah cagar budaya yang telah ditetapkan sebanyak 29 obyek dengan rincian 12 benda, 10 bangunan, dan tujuh situs. Sedangkan, masih terdapat 78 obyek diduga cagar budaya (ODCB) yang terdiri dari 44 benda, 26 bangunan, tujuh situs, dan satu kawasan.
Disparta mengemukakan bahwa sebanyak lima obyek akan ditetapkan cagar budaya pada 2026, meliputi Yoni Kawasan Cottage Songgoriti, Jaladwara Polos Area Candi Songgoriti, Jaladwara Ornamen Area Candi Songgoriti, Arca Ganesha Area Candi Songgoriti, dan Struktur Candi Songgoriti. Sedangkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang telah berkunjung ke Kota pada Januari hingga September 2026 sebanyak 41.721 orang.
Angka kunjungan wisman lebih tinggi dari total jumlah kunjungan sepanjang 2025 yang sebanyak 39.362 orang. Kemudian, untuk kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kota Batu sepanjang Januari-September 2026 mencapai 9.068.107 orang. Sedangkan, sepanjang 2025 kunjungan pelancong lokal sebanyak 9,7 juta lebih wisatawan.
"Paling tinggi (tahun ini) dari Taiwan dan Malaysia. Kalau tahun lalu dari Malaysia dan Thailand," ujarnya.
Target kunjungan wisata yang ditetapkan tahun ini sekitar 10 juta lebih wisatawan. Selain itu, pihaknya tetap mengoptimalkan penyelenggaraan event sport tourism atau wisata olahraga guna memikat minat kunjungan wisatawan. "Sebenarnya event-nya banyak, bulan depan rencananya anggar tingkat nasional dan dari luar jawa banyak yang datang," tuturnya. bt-01/dsy
Editor : Redaksi