SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di era modern, seluruh aspek yang bersinggungan dengan kehidupan bermasyarakat harus disesuaikan dengan kondisi riil yang ada. Termasuk dalam kaitan berpolitik. Pola-pola komunikasi politik dan strategi politik yang digunakan para tokoh harus mulai meninggalkan praktik-praktik lama yang sudah tidak lagi relevan.
Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat politik asal Unair Yayan Sakti Suryandaru. Menurut Yayan, sapaan akrabnya, pola yang dilakukan oleh para tokoh politik saat ini belum dapat dikatakan sebagai pola berpolitik yang cerdas.
“Seperti misalnya datang ke tempat keramat. Daripada seperti itu, kan lebih baik energinya digunakan untuk hal-hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Yayan ketika ditemui di ruang kerjanya, (13/9).
Lebih lanjut, Yayan menjelaskan bahwa hal-hal tersebut dapat dimisalkan dengan merancang program-program kerja yang tepat guna bagi masyarakat. “Karena, itu yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, menurut Yayan, berpolitik cerdas juga dapat diartikan dengan benar-benar melakukan politik yang bebas dari politik uang. Ia mencontohkan, salah satu partai politik yang ada saat ini telah memiliki sekolah politik. Yayan memandang, hal tersebut dapat dikatakan sebagai satu langkah besar demi mewujudkan politik cerdas.
“Tetapi, semua itu akan sia-sia apabila pada praktiknya nanti, untuk mendapatkan dukungan kembali ada mahar-mahar yang harus dibayarkan. Sudah sangat tidak relevan hal-hal seperti itu,” pungkasnya. ifw
Editor : Redaksi