BPBD Siap Penuhi Berapapun Permintaan Air Bersih

Masyarakat Butuh Air Bersih, Tinggal Kontak BPBD

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau kebutuhan air bersih meningkat drastis. Meski demikian masyarakat tidak perlu risau, karena Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mengaku sudah siap mendistribusikan air berapapun kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh bupati H Fadeli, Kamis (14/9/2017) menyusul terjadinya puncak musim kemarau bulan ini hingga Oktober mendatang."Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyiapakan Tim Tanggap Darurat Kekeringan,"ujarnya. Bahkan lanjut Fadeli, tim ini juga sudah siap dengan 3 armada selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu untuk memberikan jaminan ketersediaan air bersih.“Armada dan Tim Tanggap Darurat sudah siap untuk dropping air bersih selama 24 jam sehari, jika sewaktu-waktu ada permintaan dari masyarakat, “ ujar nya. Dia kemudian mencontohkan kemarin BPBD sudah melakukan dropping air bersih di Desa Bedingin Kecamatan Sugio sebanyak 2 rit. Dropping air bersih gratis itu dilakukan atas permintaan masyarakat yang dapat disampaikan Kades melalui camat di masing-masing wilayah. Begitu ada permintaan, seperti dari Bedingin kemarin, dropping air bersih segera dilaksanakan. Sementara itu, kondisi sejumlah tandon air di Lamongan seperti waduk dan rawa masih ada yang terisi hingga lebih dari 60 persen. Seperti Waduk German di Kecamatan Sugio, dari kapasitas maksimal sebesar 1.237.500 meter kubik, saat ini masih terisi 750 ribu meter kubik, atau 61 persen. Untuk rawa, kapasitas terisi Rawa Bogo di Kecamatan Karanggeneng masih ada 66 persen. Dari kapasitas maksimal 755.250 meter kubik, saat ini masih ada cadangan 501.123 meter kubik. Kemudian Rawa Sibanget di Kecamatan Karanggenng juga masih terisi cukup banyak. Dari kapasitas maksimal 373.750 meter kubik, saat ini masih terisi 238.963 meter kubik, atau sebesar 64 persen. Bupati Fadeli menyebut kondisi Waduk German yang masih terisi air menunjukkan baiknya manajemen air disana. Saat ini juga sedang dibangun jaringan irigasi dari Waduk German menuju Waduk Balungganggang. Manajemen air seperti di Waduk German ini oleh Fadeli akan ditularkan kepada pengelola waduk lainnya. Sehingga kebutuhan masyarakat akan air baku, meski di puncak musim kemarau seperti ini masih bisa terpenuhi. BPBD sendiri mendeteksi ada 81 desa di 14 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih. Kemudian agar lebih memudahkan petugas, diharapkan warga sudah menyiapkan tandon atau tempat untuk penampungan air. Jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru