Catatan Rahasia Setoran Uang ke Eks Sekda Ponorogo Terbongkar di Sidang KPK, Ternyata Mengalir Dari Sini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dimas Shulton ajudan mantan Sekda Agus Pramono saat menjadi saksi dalam sidang korupsi Ponorogo. 
Dimas Shulton ajudan mantan Sekda Agus Pramono saat menjadi saksi dalam sidang korupsi Ponorogo. 

i

SURABAYA PAGI, Surabaya– Tabir dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kian benderang. Peran mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, kini menjadi sorotan tajam setelah jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar adanya catatan rahasia berisi aliran setoran uang yang mengalir kepadanya.

Fakta mengejutkan ini dikupas tuntas dalam sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (22/5/2026).

Aliran uang haram yang diduga kuat melibatkan peran aktif Agus Pramono ini terungkap saat Jaksa KPK mencecar Dimas Sulthon Ubaidillah Lubis, yang tak lain adalah ajudan sang Sekda sendiri.

Suasana ruang sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Made Yuliada seketika memanas saat Jaksa KPK menampilkan selembar dokumen di layar monitor. Dokumen tersebut berisi daftar angka nominal uang yang diduga berkaitan langsung dengan setoran untuk Agus Pramono.

“Ini catatan apa ini?” tanya jaksa KPK, Agus, sembari menunjuk dokumen di layar monitor ruang sidang.

Mendapat pertanyaan menukik tersebut, Dimas Sulthon awalnya tampak berkelit dan mengaku tidak mengetahui detail isi catatan tersebut. Ia berdalih hanya menjalankan perintah untuk mengamankan dokumen.

“Saya hanya menyimpan kertas itu. Selebihnya saya tidak tahu menahu,” kilih Shulton di hadapan majelis hakim.

Melihat saksi mulai beralasan, Jaksa KPK langsung mengambil langkah tegas dengan membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Dimas saat proses penyidikan di KPK. Merujuk pada isi BAP tersebut, peran Agus Pramono dalam menerima aliran dana dari pihak swasta dan birokrasi pun dikuliti.

Dalam BAP, Dimas tak bisa mengelak bahwa dirinya mengetahui adanya penerimaan uang oleh Agus Pramono dari sejumlah pengusaha dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp150 juta hingga Rp300 juta.

“Yang saya ketahui ada dokumen yang berisi catatan nama-nama pengusaha atau kontraktor atau pihak swasta,” kata jaksa saat membacakan BAP Shulton, yang kemudian langsung dibenarkan oleh sang ajudan.

Salah satu nama mentereng yang tertulis jelas dalam catatan hitam tersebut adalah seorang pengusaha bernama Sino. Tak berhenti di pihak swasta, jaksa juga membeberkan fakta sekoci lain mengenai adanya upeti yang mengalir dari sejumlah Dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ponorogo yang ditujukan langsung untuk sang Sekda.

“ Nah, itu uang dari dinas-dinas, Pak. Itu diberikan kepada Pak Sekda karena saya yang menerima,” aku Shulton blak-blakan.

Mengenai peran krusialnya, Shulton mengakui di hadapan hukum bahwa seluruh uang panas yang berasal dari para kontraktor dan dinas-dinas tersebut disimpan oleh dirinya atas perintah langsung dari Agus Pramono. Ironisnya, uang-uang yang terkumpul tersebut diduga kuat habis digunakan untuk membiayai keperluan personal sang pejabat.

“Sepengetahuan saya uang-uang tersebut disimpan kepada saya untuk disimpan dan digunakan Agus Pramono untuk kebutuhan pribadinya,” ungkap Dimas.

Shulton menambahkan, teknis pencairan uang tersebut dilakukan secara fleksibel. Terkadang ia diminta menyerahkan uang tunai itu secara langsung ke tangan Agus Pramono, atau mentransfernya ke rekening tertentu sesuai instruksi sang atasan.

Selain Sulthon, demi mendalami peran Agus Pramono dalam lingkaran kasus ini, Jaksa KPK juga menghadirkan empat saksi penting lainnya untuk dimintai keterangan.

Mereka adalah Allthoof Prasetyanto Putro (ajudan Sugiri Sancoko), Bandar (ajudan Bupati), Evitalia Puspita Dewi (pegawai Bank Jatim), dan Erni Haris Mawanti (Kepala Bagian Umum Setda Ponorogo).

Kasus mega korupsi yang mengguncang Bumi Reog ini sendiri bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh komisi antirasuah. Operasi senyap tersebut menjerat tiga aktor utama, yakni Bupati nonaktif Sugiri Sancoko, Eks Sekda Agus Pramono, dan Direktur RSUD dr Harjono S Ponorogo, Yunus Mahatma. roh

Berita Terbaru

NSL Season 4 Bawa Liga Basket Pelajar Surabaya ke Lima Kota

NSL Season 4 Bawa Liga Basket Pelajar Surabaya ke Lima Kota

Sabtu, 19 Sep 2026 16:54 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Nextgen Student League (NSL) memasuki musim keempat dengan cakupan kompetisi yang lebih luas. Kompetisi basket pelajar yang lahir di S…

60 Kepala Sekolah Madrasah  Ma’arif NU Lamongan Dilantik, Didorong Cetak Kader NU Masa Depan

60 Kepala Sekolah Madrasah Ma’arif NU Lamongan Dilantik, Didorong Cetak Kader NU Masa Depan

Sabtu, 19 Sep 2026 16:33 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 16:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Sebanyak 60 kepala sekolah Madrasah di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lamongan resmi dilantik, Sabtu (19/9/2026), ya…

Berakhir di Balik Jeruji — Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Usai Alami Serangan Jantung

Berakhir di Balik Jeruji — Tersangka Dugaan Pungli ESDM Jatim Oni Setiawan Meninggal Usai Alami Serangan Jantung

Sabtu, 19 Sep 2026 12:16 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 12:16 WIB

SURABAYA0AGI.com, Surabaya — Kabar duka datang dari penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Energi d…

Benahi Profesi dari Dalam — Ketua Umum AAI Tjandra Sridjaya Dorong Advokat Perkuat Kompetensi dan Kebersamaan

Benahi Profesi dari Dalam — Ketua Umum AAI Tjandra Sridjaya Dorong Advokat Perkuat Kompetensi dan Kebersamaan

Sabtu, 19 Sep 2026 12:15 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pembenahan profesi advokat tidak cukup hanya dengan memperkuat organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), k…

Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Kick Off Hari Santri di Lamongan, Diawali Jelajah Santri Sako Pramuka Pandu Ma’arif

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kick off peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Lamongan, diawali dengan kegiatan Jelajah Santri Sako Pramuka P…

Puluhan Ribu Alumni Gontor Padati Pondok Jelang Peringatan 100 Tahun

Puluhan Ribu Alumni Gontor Padati Pondok Jelang Peringatan 100 Tahun

Sabtu, 19 Sep 2026 10:44 WIB

Sabtu, 19 Sep 2026 10:44 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Puluhan ribu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dari berbagai penjuru dunia memadati kawasan pondok untuk mengikuti…