SURABAYAPAGI.com, Surabaya - La Nyalla yang disebut-sebut sebagai kuda hitam pada Pilgub Jatim 2018 terus mendapatkan suntikan dukungan. Pada safari politik yang ia lakukan di pesisir pantai utara, elemen Kyai Kultural dan Kepala Desa mendeklarasikan dukungan agar Ketua Kadin Jawa Timur tersebut maju sebagai Cagub pada Pilgub Jatim 2018.
Di Tuban misalnya, Dukungan datang dari beberapa Pondok Pesantren. Di antaranya dari Ponpes Al Somadiyah, Walisongo Gomang, Al-Hikmah Sunan Bejagung, Tarbiyatul Banin Banat, Mansyaul Huda 01, al-Musthofiyah, Syifaul Qulub, al-Husain, al-Hidarah, Manbail Futuh, al-Masturriyah, Raudlatut Thalibin, al-Mubarokah, Maqom Tahrir, al-Islah, an-Nihayah, Daruttauhid al-alawi.
KH Anshori dari Pondok Tarbiyatut Tulab mengatakan, dukungan ke La Nyalla ini didasari niat tulus dan doa dengan harapan agar Jatim ke depan semakin membaik, terutama kemiskinan dan pengangguran bisa menurun. "Termasuk kesenjangan sosial kami harapkan bisa turun, sehingga ekonomi umat bisa menguat, umat bisa mandiri diberkahi oleh Allah SWT," ujar KH Anshori.
Masih di Tuban, dukungan untuk La Nyalla juga datang dari Asosiasi Kepala Desa yang ada di sana. Ketua AKD Tuban Zuhri Ali mengatakan, masyarakat desa di Jatim membutuhkan sosok pemimpin yang visioner sehingga mampu mengakselerasi kemajuan desa. Masyarakat desa juga menginginkan sosok gubernur berlatar belakang dunia usaha agar dapat mengentaskan desa dari beragam problem ekonomi, terutama kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.
"Terus terang kami sengaja mengundang Pak La Nyalla untuk datang dalam pertemuan ini agar kita bisa berdiskusi. Ternyata kami melihat beliau sebagai sosok yang tepat memimpin Jawa Timur. Mengapa? Terlihat jelas bahwa Pak La Nyalla ini orang lapangan yang menguasai permasalahan, solusi-solusi yang diberikan untuk mengobati masalah rakyat desa cukup detail, tidak mengawang seperti kandidat lain," ujar Zuhri.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, La Nyalla berterima kasih atas dukungan dari tersebut. "Jujur saja saya terharu dengan dukungan tulus ini. Insya Allah, dengan doa para alim ulama, cita-cita mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Jatim bisa segera terwujud," papar La Nyalla.
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Mochtar W Oetomo berpendapat bahwa, saat ini memang bisa dikatakan sebagai fase klaim dukungan dalam rangka menyambut Pilgub Jatim 2018. Kyai atau tokoh masyarakat pun, menurut survey yang ia lakukan juga menjadi sarana bagi masyarakat daerah untuk meminta arahan terkait siapa yang akan mereka pilih.
"Kyai, menurut survey SSC, menjadi preferensi publik bagi 20 persen responden. Sementara, Kepala Desa ini 7 persen. Tapi, tentunya, efektifitas di tiap-tiap daerah akan berbeda," kaya Pria yang juga Direktur Surabaya Survey Centre Tersebut.
Sehingga, menurut Mochtar, La Nyalla masih memiliki PR panjang apabila ingin benar-benar memenangkan Pilgub 2018. "Tentu saja PRnya adalah memenangkan hati publik. Caranya bagaimana? Ya dengan memenuhi dan benar-benar memahami harapan serta apa yang benar-benar diinginkan publik," tutupnya. ifw
Editor : Redaksi