Buntut Penyebutan Sunan Drajat Seolah Sunan Mayang Madu, Dinas Terkait Diminta Meluruskan Sejarah

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Papan informasi menyebutkan Makam Sunan Drajat (Sunan Mayang Madu) seolah-olah satu nama, padahal dua Sunan ini adalah dua tokoh yang berbeda. SP/MUHAJIRIN
Papan informasi menyebutkan Makam Sunan Drajat (Sunan Mayang Madu) seolah-olah satu nama, padahal dua Sunan ini adalah dua tokoh yang berbeda. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Buntut penyebutan nama Sunan Drajat adalah Sunan Mayang Madu di area Makam Sunan Drajat Paciran Lamongan menjadi polemik. Dinas terkait hingga kementerian kebudayaan diminta untuk secepatnya melakukan pelurusan sejarah agar tidak menyesatkan.

Hal itu disampaikan oleh Rudi Hariono, pemerhati budaya yang juga pemrakarsa pembangunan komplek makam Sunan Mayang Madu yang diresmikan pada (9/9/2015) lalu, pada Rabu, (28/1/2026).

Disebutkan olehnya, pencantuman nama Sunan Mayang Madu pada informasi resmi yang seolah-olah disatukan dengan nama Sunan Drajat, adalah penyesatan informasi dan sejarah.

Karena berdasarkan fakta yang ada, Sunan Drajat dengan Sunan Mayang Madu adalah tokoh yang berbeda. Hal tersebut bisa dilihat dari tempat pemakamannya dan folklor rakyat setempat yang ada 

"Makam Sunan Mayang madu berada di Belakang Masjid Jellag Desa Banjarwati kecamatan Paciran,  sementara Makam Sunan Drajat ada di komplek pemakamannya di Desa Drajat Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan," terangnya.

Perlu diketahui bersama bahwa Jellag adalah nama perdikan, yang diberikan oleh Raden Fatah, selaku sultan Demak kepada penguasa setempat dan kepada penguasa tersebut diberikan Anugerah Gelar Sunan Mayang Madu.

Pemberian wilayah perdikan jellag dan anugrah Gelar SUNAN kepada Mbah Mayang Madu tersebut, sebagai wujud pengakuan dan penghargaan Raden Fatah, saat awal menjabat sebagai sultan Demak, atas jasa besar yang sudah dilakukan oleh Mbah Mayang madu (Bukan Sunan Drajat)

Saat ini nama perdikan jellag tersebut diabadikan menjadi nama masjid di desa Banjarwati, tempat Sunan Mayang Madu dimakam kan.

Karena Sunan Drajat dan Sunan Mayang Madu adalah tokoh yang berbeda, sementara di papan nama disebutkan seolah-olah satu tokoh di papan nama, maka pihaknya mendesak Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lamongan, untuk meluruskan sejarah itu, apalagi saat ini juta ditemukan informasi yang masif tapi kurang benar yang bisa di lihat di platform digital.

"Di saja di papan nama,  platform digital saat ini juga terjadi pembelokan  sejarah sangat masif, Wikipedia, Meta AI dan Google dan buku pelajaran bagi siswa siswi masyarakat Indonesia,  semua menyampaikan hal yang sama," ungkapnya.

Ia juga meminta dinas terkait melakukan perbaikan pada seluruh media publikasi, papan informasi, dan dokumen resmi yang mencantumkan nama Sunan Drajat dan Sunan Mayang Madu adalah dua tokoh yang berbeda.

Sementara itu, Purnomo Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lamongan, dikonfirmasi terpisah mengaku segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Siyap mas. Hari-hari ini kami masih koordinasi dengan para pihak terkait hal dimaksud, kemarin kami sudah terima surat klarifikasi dari pemerhati kebudayaan di Lamongan,"ujarnya. jir

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…