SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bangsa dengan akar budaya yang begitu kuat, kaitan antara dunia mistis dengan kehidupan sehari-hari dan bahkan kehidupan bernegara memang tidak dapat dilepaskan. Sepanjang sejarah Indonesia, bukan hanya sekali dua kali saja apa yang terjadi sehari-hari dikaitkan dengan hal-hal yang irrasional. Seperti misalnya, kaitan antara pentingnya restu dari bangsa tak kasat mata dengan kemenangan tokoh yang sedang berkompetisi sebagai Kepala Daerah.
Permohonan restu tersebut bisa dilakukan melalui beberapa cara, seperti dengan bertapa dan mandi di mata air yang dikeramatkan. Menanggapi fenomena tersebut, Budayawan yang juga Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Monyong menganggap apa yang dilakukan tokoh-tokoh tersebut adalah bentuk perwujudan dari sugesti leluhur semata. Sugesti tersebut, menurut Taufik, diberikan agar anak cucu mereka tidak serta merta melupakan pelestarian lingkungan.
“Kalau nggak gitu, bisa-bisa lingkungan kita rusak kan? Tipikal orang Indonesia ini nggak bisa kalau diminta untuk melakukan sesuatu dengan cara biasa. Kalau dengan bumbu-bumbu begitu, baru akan ada bergerak. Mitos itu pasti memiliki benang merah tujuan. Nggak hanya mistis atau klenik," kata Taufik ketika ditemui di Kantor Dewan Kesenian Jawa Timur.
Selain itu, Pria yang khas dengan dandanan nyentriknya tersebut juga menganggap bahwa hal tersebut juga dapat diartikan lain. Menurutnya, mitos tentang ritual tersebut juga dapat diartikan sebagai cara leluhur agar para Pemimpin tidak melupakan rakyatnya yang berada di daerah terpencil.
"Kalau dengan ada hal-hal begitu, maka para Pemimpin ini kan pasti berkunjung dan memperhatikan kondisi masyarakat disitu kan. Memang sih, komunikasi dengan mereka yang ada di atmosfer lain itu memang nyata, tetapi tidak melulu seperti itu yang ada,” pungkas Taufik Monyong. ifw
Editor : Redaksi