Seleksi Ketat dan Sekolah Anti Korupsi Bagi Bacaleg PSI

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemilu Legislatif 2019 sudah mulai menjadi agenda bagi seluruh partai politik. Bukan hanya partai lama, partai baru yang masih harus menghadapi verifikasi KPU pun juga sudah turut mempersiapkan diri untuk hal tersebut. Partai Solidaritas Indonesia (PSI), adalah salah satu partai baru yang sudah mulai mempersiapkan diri. PSI (14/9), secara resmi meluncurkan pendaftaran Bacaleg yang ingin maju melalui partai tersebut. Menariknya, seleksi bagi mereka yang mendaftarkan diri melalui PSI dilakukan secara berbeda. Para Bacaleg akan diaudisi oleh tokoh-tokoh ternama di Jawa Timur. Diantaranya adalah Pakar Politik asal Unair Suko Widodo dan mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Zainudin Maliki. “Selain itu, proses seleksi akan kami lakukan secara terbuka. Bahkan, akan kita siarkan langsung melalui sosial-sosial media. kenapa? Tentu agar mereka nantinya tidak bertanya-tanya kenapa mereka terpilih atau tidak terpilih. Selain itu, proses terbuka adalah hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat. Yang tertutup-tertutup itu kalau bisa dibuka kenapa tidak dibuka?” kata Ketua Umum PSI Grace Natalie yang pada kesempatan ini berada di Surabaya khusus untuk momen tersebut. Sementara itu, Bacaleg yang ingin menggunakan PSI sebagai kendaraan politiknya juga harus memenuhi beberapa persyaratan khusus. Menurut Ketua DPW PSI Jawa Timur Shobikin Amin, para Bacaleg tersebut diwajibkan untuk lulus sekolah anti korupsi terlebih dahulu. “Bukan hanya itu, mereka juga harus lulus sekolah anti intoleransi juga. Disamping dua syarat tersebut, kami juga mensyaratkan bahwa mereka yang mendaftar juga bebas narkoba, menjunjung tinggi kesetaraan gender, dan juga anti tindakan tidak terpuji seperti KDRT,” kata Shobikin pada kesempatan yang sama. Hal tersebut, menurut Shobikin dilakukan dengan harapan bahwa nantinya para anggota Legislatif dari PSI benar-benar teruji baik secara kemampuan maupun akhlaq. “Kami berusaha memberi alternative dari kultur politik yang sudah ada,”tegasnya. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru