Hampir Dua Hari, Driver dan Mobil Online Hilang Kontak

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang driver angkutan onlien uber dikabarkan hilang dan hingga kini masih belum bisa dihubungi keluarganya. Driver itu diketahui bernama Farid Abdul Qodir. Pria 32 tahun itu dikabarkan hilang kontak sejak Rabu (13/9/2017) dini hari kemarin sekitat pukul 00.30 Wib, setelah mengambil penumpang. Fadly, keponakan Farid mengabarkan peristiwa itu ke sebuah stasiun radio lokal di Surabaya. Fadly menceritakan jika terakhir kontak, Farid mendapat order penumpang. "Dia (Farid, red) diorder orang, katanya di daerah Pasar Besar, Surabaya. Tapi sampai sekarang HPnya tidak bisa dihubungi," katanya. Menurut Fadly, pamannya saat itu meninggalkan rumah dengan mengenakan kaos hitam dan bercelana panjang. Sedangkan ciri-ciri fisiknya, Farid memiliki tinggi badan sekitar 172 Cm, berperawakan kurus, mengenakan kacamata serta berambut tipis cenderung gundul. Farid sendiri diketahui keluar rumahnya menggunakan mobil Toyota Avanza bernopol L 1369 DD warna putih tahun 2017. Mobil tersebut merupakan mobil pribadinya dan telah dia gunakan untuk transportasi online aplikasi uber. Sudah empat bulan Farid menjalankan pekerjaannya itu. "Saya sempat tanya ke uber, tapi nggak bisa membuka data posisi terakhir paman saya. Karena kata Uber, itu berkaitan dengan privasi driver. Rencananya, kami akan segera melapor ke polisi," tutur Fadly. Kabar hilangnya Farid beserta mobilnya itu pun sampai juga ke telinga polisi, Kamis (14/9/2017). Yaitu Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela. Pihaknya menyarankan agar keluarga Farid segera melaporkan secara resmi hilangnya Farid tersebut ke Polrestabes Surabaya. Jika sudah begitu, pihaknya tentu akan mengambil langkah penyelidikan. Sementara dari informasi yang digali Surabaya Pagi di lapangan. Rata-rata yang menjadi korban kejahatan merupakan driver uber. Sebab, pada aplikasi Uber, sang driver hanya bisa melihat tempat dia menjemput penumpang. Sementara tujuan penumpang, tidak muncul pada aplikasi pemesanan. "Jadi, driver (uber) tidak bisa mengira-ngira tujuan (lokasi diturunkannya) penumpang. Karena yang terlihat hanya alamat penjemputan saja," kata Habibie, seorang driver taxi online. Habibie juga menyebut, darisanalah mulai muncul kejahatan-kejahatan terhadap driver uber. Sedangkan kompetitor uber seperti Grab dan Go-car, menurut Habibie, dalam aplikasinya sudah pasti terlihat lokasi penjemputan dan tujuan penumpang.(Bakrie)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru