Wali Kota Surabaya Enggan Modali PD RPH

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Walikota Surabaya Tri Rismaharini enggan memenuhi permintaan penyertaan modal Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) sebesar Rp 30 miliar. Risma, sapaan akrab Walikota Surabaya, menilai bahwa dirinya akan mengevaluasi kinerja jajaran PD RPH yang selama kurun tiga tahun terakhir terus merugi. Seperti diberitakan sebelumnya, Direksi PD RPH meminta suntikan dana kepada Pemerintah Kota Surabaya sebesar 30 miliar yang sedianya akan digunakan sebagai peremajaan bangunan dan alat produksi. Namun nampaknya usaha tersebut terancam gagal lantaran Walikota Surabaya menunjukkan sikap enggan dan akan meninjau ulang sistem pengelolaan PD RPH yang terus merugi. "Ya aku lihat dulu, gak beres pengelolaannya kok penyertaan modal," ujar Risma saat dikonfirmasi terkait permintaan penyertaan modal PD RPH, kemarin. Risma menilai penyertaan modal yang diminta oleh PD RPH tersebut riskan diberikan. Kekhawatiran Risma tersebut merujuk pada kasus yang terjadi di PD Pasar Surya yang hingga kini masih amburadul. "Aku gak mau terulang lagi, cukup sekali," terangnya tanpa menyebut kasusnya. Risma membeberkan, bahwa pembukuan di PD RPH belum beres. Untuk itu, dirinya belum bisa menerima usulan manajemen PD RPH yang meminta dana penyertaan modal untuk program revitalisasi perusahaan, seperti usulan yang disampaikan para direksi ke Komisi B DPRD Surabaya dalam rapat dengar pendapat, Selasa (12/9/2017). Anggaran itu untuk pembangunan gedung, perbaikan sarana dan prasarana, serta pengembangan usaha rumah daging. "Aku mau investasi, tapi kalau pembukuannya gak beres sama saja buang-buang duit," jelasnya saat diwawancarai di ruang kerjanya. Risma menekankan bahwa dirinya tidak akan memberikan dana penyertaan modal ke BUMD milik pemerintah kota itu, apabila pengelolaannya tak benar. "Aku gak mau, mengelolanya harus benar," tegas Risma Keputusan Risma kali ini sudah bulat dan enggan menerima alasan apapun yang mendorong PD RPH membutuhkan dana penyertaan modal dari Pemerintah Kota Surabaya. "Ono ae alasane (ada saja alasannya), lah nyapo (kenapa) melamar jadi direktur kalau gak mampu," ucapnya.tim

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru