PDIP Minta Khofifah Segera Deklarasi jika Benar Di

KHOFIFAH DITANTANG

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Klaim Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa yang menyatakan kalau memiliki parpol yang cukup untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, ditanggapi serius pihak PDI Perjuangan (PDIP). Partai besutan Megawati ini sepertinya tidak ada niat sama sekali untuk mengusung Ketum PP Muslimat NU itu. Bahkan PDIP menantang Khofifah deklarasi bila memang dukungan parpol sudah cukup. Sementara majunya Khofifah yang dikabarkan sudah mendapat persetujuan Presiden Jokowi, diprediksi bakal mengubah peta politik di Jawa Timur. Laporan : Riko Abdiono-Ibnu F Wibowo, Editor: Ali Mahfud Sekretaris DPD PDIP Sri Untari mengatakan, kalau Khofifah memiliki keinginan maju di Pilgub Jatim dengan memiliki parpol pengusung, tentunya harus dibuktikan secara nyata. "Dukungan politik itu tidak diucapkan secara lisan. Harus ada bukti dukungan tersebut," ungkap wanita asal Malang ini saat ditemui di Surabaya, Jumat (15/9/2017). Sri Untari mengatakan dukungan partai tersebut juga harus diwujudkan secara realita, sehingga masyarakat bisa mengetahui secara pasti siapa yang akan maju di Pilgub Jatim. "Walaupun ada yang bilang PDIP punya tradisi belum bisa menang di Pilgub Jatim, tapi percayalah, 10 tahun kemarin kita puasa. Namanya puasa, pasti ada hari rayanya," ucap Untari Optimis. Ditambahkan Sri Untari, maju tidaknya Khofifah di Pilgub Jatim tak berpengaruh bagi PDIP. "Bagi kami bu Khofifah maju ya monggo, ibu Khofifah tak maju ya monggo. Yang penting PDI Perjuangan siap untuk Pilgub Jatim," tandas anggota DPRD Jatim ini. Untari yang juga kandidat Walikota Malang ini mengatakan, PDIP akan all out di Pilgub Jatim ini. Apalagi secara kekuatan jaringan, partai ini punya mesin hingga tingkat anak ranting atau RW. "Kami punya modal suara hasil pileg 2014 lalu hampir 4 juta suara, kami yakin calon gubernur kita usung bersama parpol yang sevisi, akan menang," yakin dia. Apalagi kalau nanti PDI-P jadi kerja sama atau koalisi dengan PKB yang punya modal suara hampir 5 juta, berarti sudah ada 9 juta suara. "Pasti calon kita sangat kuat, walaupun lawannya kuat," imbuhnya. Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa mengaku memiliki kendaraan parpol yang akan mengusungnya mencukupi untuk maju di Pilgub Jatim 2018 mendatang. “Saya kan sudah bilang, dengan pimpinan parpol saya sering silaturahim. Silaturahmi dengan pak Setnov (Setya Novanto) dan Idrus Marham, sudah. Silaturahmi dengan pak Romahurmuzy bersama sekjen sudah. Silaturahmi dengan pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) lengkap dengan sekjen (Hinca Panjaitan) sudah. Silaturahmi dengan pak Oso (Osman Sapta Odang) juga sudah,” ungkapnya di Surabaya beberapa waktu lalu. Jika benar telah menggandeng lima parpol itu, maka sudah lebih dari cukup bagi Khofifah untuk diusung sebagai calon gubernur. Di DPRD Jatim, Partai Demokrat punya 13 kursi, Golkar 11 kursi, PPP 5 kursi, Nasdem 4 kursi dan Hanura 2 kursi. Total ada 32 kursi, melebihi syarat 20 kursi ketika mengusung satu pasang calon. Sinyal Golkar Sementara itu, sinyal dukungan Partai Golkar terhadap Khofifah makin menguat. Seperti diungkapkan Ridwan Hisjam, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Menurut Ridwan, seluruh anggota fraksi dari daerah pemilihan (Dapil) Jatim menginginkan Khofifah menjadi gubernur dan diusung Golkar. Sedangkan untuk posisi wakil diambilkan dari internal kader Golkar sendiri. “Kami 11 orang (anggota Fraksi Golkar) ingin Bu Khofifah menjadi calon nomor satu dari Golkar,” tandas Ridwan yang juga Ketua Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa 3. Ia menjelaskan, pemilihan terhadap Khofifah dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Pertama, Golkar ingin ada perubahan di Jatim, karena itu perlu ada sosok pembaharu. “Saat ini, Jatim bukannya tidak maju. Tetapi kami ingin lebih. Karena itu harus ada perubahan” ujar mantan Ketua DPD Golkar Jatim ini. Kedua, lanjutmya, Khofifah adalah kader NU yang punya cukup banyak pengalaman. Ketua Umum PP Muslimat NU itu juga memiliki kapasitas dan integritas bagus sebagai seorang pemimpin. Ia optimistis, ketika Khofifah resmi diusung Golkar, maka dukungan suara dari bawah akan sangat besar. Sebab, 11 anggota fraksi dari DPRD Jatim juga punya massa cukup besar. “Tentu suara ini akan utuh memenangkan Khofifah,” sebut politisi yang akrab disapa Tatok ini. Untuk memuluskan rencana tersebut, lanjut Ridwan, Golkar sedang menjajaki kemungkinan koalisi dengan beberapa partai tengah. Di antaranya Gerindra, Nasdem, dan PPP. “Kita juga menjajaki dengan Demokrat, PAN, dan PKS,” tambah Harun Al Rasyid, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jatim. Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafak Noer mengaku belum mendengar kabar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendekati DPP untuk menggalang dukungan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. “Tidak apa-apa kalau Khofifah memang ngomong seperti itu (sudah bersilaturahmi dengan ketum PPP Romahurmuzy dan sekjen). Sejauh ini saya belum mendengar informasi apa-apa,” kata Musyafak ketika dikonfirmasi pada Kamis (14/9/2017). Dia mengatakan, kalau memang benar DPP telah mendukung Khofifah dalam Pilgub Jatim, maka harus dijelaskan mekanisme yang dijadikan acuan untuk mendukung. “Dasarnya mengusung calon itu harus ada, dan jelaskan kepada kami di DPW,” katanya. Musyafak menyayangkan Khofifah yang tidak datang, ketika DPW PPP Jatim membuka pendaftaran dalam Pilgub Jatim. Seharusnya, jika serius maju, maka ketua PP muslimat itu harus mengikuti aturan main partai. “Etikanya memang harus mengikuti aturan main partai, itu saja. Ketika membuka pendaftaran ya harus daftar,” tambahnya

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru