SURABAYAPAGI.com, Dukuh Pakis - Pelaku kejahatan ternyata tak melulu mereka yang sudah dewasa. Alasan klasik, seperti terhimpit berbagai kebutuhan ekonomi lantaran telah berkeluarga dan tak memiliki pekerjaan tetap menjadi faktor para pelaku kejahatan dewasa ini nekat beraksi.
Namun, tim Anti Bandit polsek Dukuh Pakis menangani kasus berbeda dari biasanya. Anggota AKP Akhiyar ini menangkap dua anak dibawah umur yang kedapatan menjambret seorang nenek di jalan Darmo Permai Selatan, Senin (18/9) siang.
Dua pelaku anak-anak ini bahkan masih berstatus sebagai pelajar SMA dan SMP. Keduanya berinisial RG (17) yang tinggal di jalan Bumisari praja selatan II / 11 Surabaya. RG merupakan pelajar SMA Sejahtera Surabaya. Sedangkan satu pelaku lain yakni RID (15) yang tinggal di jalan Jugruk Rejosari III-A no. 5 Rt. 003 Rw.007 kecamatan Benowo Surabaya dan masih berstatus pelajar di SMP Donowati Surabaya.
Kedua pelajar ini mengaku nekat menjambret lantaran ingin memiliki uang jajan dan untuk digunakan berfoya-foya bersama temannya. Sasaran mereka, tentu perempuan yang sudah tua, karena dianggap tak memiliki tenaga untuk melawan kelincahan para pelaku ini.
Tertangkapnya, RG dan RID berawal saat keduanya melakukan penjambretan tas milik Hok Lien, nenek 52 tahun. RID yang baru berusia 15 tahun menjadi eksekutor dengan menarik tas milik Hok Lien hingga talinya terputus. Tanpa disangka, Hok Lien langsung berteriak jambret dan menarik perhatian warga sekitar serta pengendara lain. Kedua pelaku pun langsung berusaha kabur. Lantaran panik, anak-anak ini bukannya menggeber kendaraan, tapi malah memarkir motornya dan masuk kedalam Giant Hr. Muhammad Surabaya. Alhasil, keduanya pun tertangkap tim Anti Bandit yang kebetulan berada di lokasi itu untuk melakukan kring serse.
"Jadi keduanya ini panik saat korban teriak. Ada beberapa warga dan pengendara yang juga turut mengejar. Tak disangka, kedua anak ini malah masuk ke dalam Giant Hr. Muhammad, disitu juga ada anggota kami yang sedang kring serse. Keduanya pun berhasil ditangkap tanpa perlawanan berikut barang bukti tas yang diambil dari korban," terang Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis, AKP Akhiyar,(21/9) siang di mapolsek.
Menurut keterangan keduanya, aksi ini merupakan aksi pertama mereka yang iseng dan coba-coba menjadi jambret.
"Iya baru sekali ini pak. Karena pengen punya duit buat traktir teman-teman. Buat minum juga sama jajan," aku RG dihadapan petugas.
Kini kedua pelaku tengah dititipkan ke Bapas Surabaya untuk diproses lebih lanjut, lantaran usianya masih dibawah umur dan berstatus sebagai pelajar.
Akhiyar menghimbau, pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak mereka agar tak salah bergaul dan menjadi pelaku kejahatan.
"Kami himbau agar orang tua benar-benar memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan. Peran keluarga sangat penting dalam tumbuh kembang anak yang baik," tutup perwira tiga balok ini. fir
Editor : Redaksi