Dilarang Gabung ISIS, Suami Bunuh Istri

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Melbourne – Seorang pria di Melbourne membunha istri di depan ketiga anaknya lantaran sang istri melarang niat sang suami (35 tahun) yang ingin bergabung dengan kelompok teroris Negara islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Berdasarkan dokumen pengadilan, anak-anaknya mengaku menyaksikan ayahnya membunuh ibunya dengan menggunakan pisau di ruang keluarga rumah mereka. Salah seorang anaknya juga mengatakan bahwa tubuh ibunya terlihat berlumuran darah. Anak-anak mengatakan, si ayah membungkus tubuh ibu mereka yang berusia 27 tahun dengan lakban elektrik, plastik, dan sebuah seprai sebelum memasukkannya di bagasi mobilnya. Diduga, pelaku menaruh anak-anaknya di mobil dan menyetir ke padang rumput di sebelah lapangan tenis di wilayah Dallas, di mana ia membuang tubuh istrinya itu. Setelah itu, dia membawa anak-anaknya ke sebuah toko roti untuk membeli kue. Diketahui, pria itu sebelumnya mengaku kepada saudara iparnya kalau ia bertengar dengan istrinya. Isi pertengkaran adalah tentang niatnya untuk pergi ke Suriah bergabung dengan kelompok teroris ISIS. Bahkan dia sempat menyayat tangan istrinya dengan pisau enam bulan sebelum kematiannya. Saat sidang ia mengatakan bahwa, pria itu meyakini istri keduanya itu adalah agen intelijen Australia (ASIO). Pria itu tidak bisa dibuka jati dirinya berdasarkan perintah pengadilan untuk melindungi identitas anak-anaknya. Ia mengaku bersalah di Pengadilan Tinggi Victoria untuk tindakan pembunuhan dan akan menjalani sidang, sebelum vonis pada November mendatang.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru