Pakde Resmi Ganti Pejabat yang Ditangkap KPK

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengganti dua pejabatnya yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pergantian itu dilakukan berbarengan dengan sejumlah pejabat lain yang telah memasuki masa purna tugas. Dua pejabat yang diganti pasca ditangkap KPK adalah, Wemmi Niamati, sebagai Kepala Dinas Peternakan menggantikan Rohayati, dan Hadi Sulistyo, sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan , menggantikan Bambang Heriyawan. Selain dua pejabat tersebut, gubernur juga mengganti sejumlah pejabat eselon II lain. Mereka, Dewi Juniar Putriantni, sebagai Kepala Dinas Kehutanan; Suban Wahyudiono, sebagai Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia; Soekaryo, sebagai Wadir Umum dan Keuangan RSUD Dr. Soedono; Boedi Prijo Soeprajitno, sebagai Kepala Bakorwil Bojonegoro; dan Gatot Gunarso, sebagai Kepala Bakorwil Madiun. Selain itu juga, Suprianto, menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Budi Sentosa sebagai Kepala Satpol PP; Drajat Irawan, menjadi Kepala Biro Administrasi Pembangunan; Moh. Abduh M. Mattalitti, menjadi Kepala Biro Administrasi Sumber Daya Alam. Selanjutnya Siti Nurahmi, sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuaan, Perlindungan Anak dan Kependudukan; Diah Susilowati, menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup; Karyadi, sebagai Kepala Dinas Perkebunan. Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, para pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Jatim hendaknya selalu berpegang teguh terhadap integritas. Integritas dapat dicapai dengan harus tahan terhadap tekanan dan mempunyai sikap untuk mengatakan tidak terhadap hal yang kurang benar. Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim mengibaratkan integritas sebagai bendungan. Bendungan yang kuat adalah yang tahan terhadap hujan. "Apabila bendungan tersebut bisa mengelola air dengan baik, meskipun diterpa hujan dan arus yang besar, maka bendungan tsb bisa dikatakan layak. Demikian pula dengan integritas pejabat, semuanya harus kuat terhadap tekanan" ujar Pakde Karwo saat melantik Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat(22/9). Ditambahkan, integritas akhir-akhir ini menjadi permasalahan. Banyak pejabat yang memiliki kompetensi yang bagus tapi karena lemah terhadap integritas akhirnya melakukan hal yang kurang benar. Menurut Pakde Karwo, faktor yang bisa merusak integritas, diantaranya mengikuti lifestyle atau gaya hidup. Solusinya dengan penguatan spiritual. Apabila seorang pejabat kuat spiritualnya maka akan sangat membantu. Meskipun ditekan seperti apapun, dengan dibekali spiritual maka tidak akan mudah rusak integritasnya. Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga mengajak agar para pejabat baru loyal terhadap organisasi yang baru ditempati. Pejabat yang sudah dipindah agar tidak campur tangan di tempat yang lama. Pejabat baru, lanjutnya, harus total membuat inovasi di tempat baru, tidak menciptakan budaya menjelek-jelekkan pimpinan yang lama. "Itu bukan budaya masyarakat yang baik," ingatnya. Dalam sambutan pelantikan ini, Pakde Karwo menyatakan mutasi yang dilakukannya demi kepentingan organisasi, yakni mencari pejabat sesuai dengan kompetensi, berdisiplin dan berilmu, serta berpengalaman. "Yang tidak kalah penting adalah memiliki jejak bagus," sambungnya Pakde yang melantik 14 Pejabat Eselon II dan 92 Pejabat Eselon III. Sementara itu, untuk eselon III dilantik sebanyak 92 pejabat dan Eselon IV yang dilantik sebanyak 209 pejabat. arf

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru