Hujan Ringan Terjadi di Lamongan, BPBD Tetap Droping Air

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sejumlah wilayah di bagian selatan barat Lamongan, Minggu (24/9/2017) siang hingga sore diguyur hujan dengan intensitas ringan. Meski hujan sudah turun, BPBD Lamongan tetap meneruskan distribusi air bersih ke desa-desa yang membutuhkan, karena hujan pertama ini masih belum membuka sejumlah sumber mata air. Seperti yang disampaikan oleh Suprapto Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, menyebutkan sebagian wilayah di Lamongan tengah diguyur hujan dengan intensitas rendah. Guyuran hujan pertama setelah 6 bulan kemarau tersebut terjadi di wilayah Lamongan selatan dan barat, meliputi Kecamatan Ngimbang, Sukorame, Bluluk, Modo, Sambeng, Babat, Pucuk, Sukodadi dan Kecamatan Lamongan, sebagian Kecamatan Deket. Hujan ringan ini lanjut Suprapto sesuai dengan perkiraan dari BMKG yang memprediksi hujan akan turun pada minggu terakhir bulan September 2017. "Sesuai perkiraan memang minggu terakhir sudah hujan, dan Alhamdulillah hari ini sudah mulai hujan,"katanya. Hujan ini tambah Prapto, diperkirakan juga akan terjadi di beberapa hari kedepan, dan masyarakat untuk perlu mewaspadai hujan berikutnya, karena berpotensi dengan hujan yang disertai angin."Hujan pertama biasa saja, tapi kalau intensitas hujan sudah cukup sering, masyarakat harus waspada biasanya hujan disertai dengan angin,"terangnya. Meski hujan sudah mulai turun lanjut Prapto, dirinya tetap akan melanjutkan distribusi air bersih ke desa-desa, karena hujan awal ini masih belum terjadi cukup ringan, dan belum sampai membuka sumber mata air."Ini tadi droping masih tetap berjalan sampai benar-benar permintaan tidak ada,"jelasnya. Sementara itu, hujan ringan di sejumlah wilayah di Lamongan disambut suka cita oleh warga. "Senang banget, Mas. Semoga saja intensitas hujannya lama. Karena beberapa hari sebelumnya hanya mendung dan tidak hujan," kata Mutiara warga Kecamatan Lamongan Kota. Nining warga lain pun mengaku senang. Setidaknya, hujan dapat menyirami tanaman dan membasahi tanah agar tidak sampai terjadi hujan debu dihari hari sebelumnya. "Habisnya setiap hari harus menyiram tanaman di depan rumah, sekarang dengan turunnya hujan bisa menghemat tenaga," ujarnya. Sekadar diketahui, kemarau panjang yang terjadi mengakibatkan kekeringan dan krisis air bersih terjadi di sebagian besar wilayah Lamongan. Pemerintah Kabupaten Lamongan, pun mendistribusikan air bersih ke sejumlah daerah yang terkena dampak kekeringan, hingga saat ini terus berjalan.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru