SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dua bocah ingusan ini sepertinya sudah kepincut saat melihat burung yang hendak mereka. Mereka juga mungkin sudah terbayang bayang besaran uang jika burung itu berhasil mereka curi dan terjual. Namun, keduanya justru gagal. Sebab keduanya terpergok pemilik rumah setelah berhasil membobol kunci pagar rumah dan hendak mencuri burung disana.
Dua bocah ingusan itu adalah RS (16) asal Bratang Bunangun Gang 3 Surabaya dan OG (16) asal Ngagel Rejo Surabaya. Kendati masih berusia 16 tahun, namun keduanya mengaku sering bekerja menjadi kuli bangunan. Tapi karena sepi proyek, keduanya akhirnya merencanakan pencurian tersebut, hingga keduanya sampai di daerah Karangpilang Surabaya.
Sampai disana, keduanya pun menyasar rumah Muslimin, yaitu di Karangpilang Barat, Surabaya. Tepatnya pada Rabu (21/9/2017) pukul 04.30 Wib kemarin. Keduanya memutuskan masuk melalui bagian belakang rumah Muslimin. Mereka sudah berhasil merusak gembok pintu bagian dapur dan sudah melangkah masuk ke dalam.
Saat itulah, tetangga Muslimin mengetahuinya dan memberitahu Muslimin. Saat itulah, Muslimin dan tetangganya memastikannya. Ternyata benar, dua remaja tak dikenalnya (RS dan OG) telah masuk ke bagian dapur rumahnya. "Darisanalah, korban (Muslimin, red) teriak minta tolong. Sehingga warga sekitar langsung berhamburan dan memukuli kedua pelaku," sebut Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Marji Wibowo, Minggu (24/9/2017).
Beruntung, lanjut Iptu Marji, pihaknya dan sejumlah anggota mendapat laporan. Sehingga saat itu juga, pihaknya menuju TKP dan mencoba meredam amarah warga. Setelah emosi warga meredah, kedua pelaku berhasil dievakuasi. Setelah mendapat perawatan dokter, kedua pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Karangpilang untuk diperiksa. "Keduanya mengaku baru sekali ini beraksi," beber Iptu Marji.
Iptu Marji juga menambahkan, kedua remaja ingusan itu memang sengaja hendak mencuri burung karena ingin memiliki uang. Sebab dalam pikiran keduanya, jika burung tersebut berhasil dicuri dan dijual, uangnya bisa dipakai untuk membeli tiket pertandingan sepak bola. "Tapi kami menduga, itu hanya alibi mereka," tegasnya.
Karena usia kedua pelaku masih di bawah umur, penyidik Unit Reskrim Polsek Karangpilang saat ini sudah berkoordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan) khusus anak. Sedangkan kasus hukum terhadap keduanya, tetap akan berjalan hingga tuntas. bkr
Editor : Redaksi