SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta pada para pejabat yang baru dilantiknya agar loyal terhadap organisasinya. Sementara pada pejabat lama agar tidak turut campur di organisasi yang sudah ditinggalnya.
"Saya minta agar para pejabat baru loyal terhadap organisasi yang baru ditempati. Pejabat yang sudah dipindah agar tidak campur tangan di tempat yang lama," ujar Pakde Karwo sapaan Soekarwo, akhir pekan kemarin.
Pejabat baru, lanjutnya, harus total membuat inovasi di tempat baru, tidak menciptakan budaya menjelek-jelekkan pimpinan yang lama. "Itu bukan budaya masyarakat yang baik," ingatnya.
"Mari membuat kultur setiap pemimpin baru menghargai pemimpin lama yang pernah bertugas di situ. Jangan membuat kultur pejabat baru menjelek-jelekkan pejabat lama," sambung Soekarwo
Perlu diingat, kata Gubernur, kepada para pejabat yang baru dilantik bahwa 50 persen lebih organisasi ditentukan oleh pemimpin. Maju tidaknya lembaga sangat ditentukan oleh leadership atau pemimpin yang didukung oleh kultur.
Menurutnya, pemimpin itu menjadi panutan maka harus disiplin dan lebih paham persoalan serta berwawasan dari pada stafnya.
Oleh sebab itu pejabat baru mulailah dengan mengundang stafnya, ajaklah presentasi dan bisa menguasai permasalahan di tempat baru. Kalau ini tidak dilakukan maka yang sering datang memberikan informasi akan menjadi tangan kanannya sehingga tidak berdasarkan tupoksi. “Ini adalah organisasi bukan sebuah perkumpulan,” tegasnya. arf
Editor : Redaksi