SURABAYAPAGI.com, Jakarta-Panitia Kerja A Badan Anggaran (Banggar) DPR dengan pemerintah telah menyepakati defisit sebesar Rp 325,9 triliun atau 2,19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Dengan begitu, Panja A juga menyetujui pemerintah menarik utang Rp 399,2 triliun.
Kebijakan pembiayaan investasi negatif Rp 65,7 triliun, antara lain untuk Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Rp 35,4 triliun, Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Tapera Rp 2,5 triliun, Dana Bantuan Internasional Rp 1 triliun.
"Defisit 2,19 persen dari PDB di RAPBN 2018 bisa disepakati ya, dan bisa dibahas di Rapat Kerja (Raker)," kata Ketua Banggar DPR, Azis Syamsuddin saat ketok palu kesimpulan Panja A di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/9/2017).
Utang tersebut akan berasal dari penerbitan surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman masing-masing senilai Rp 414,7 triliun dan negatif Rp 15,5 triliun.
Defisit keseimbangan primer di RAPBN 2018 turun drastis menjadi Rp 78,4 triliun dari outlook tahun ini sebesar Rp 144,3 triliun.
"Arah pembiayaan tahun depan akan tetap mengendalikan rasio utang di bawah 30 persen, tepatnya 29 persen dari PDB, defisit primer ditekan, batas defisit fiskal aman, sehingga ini bisa mengindikasikan bahwa perekonomian atau APBN kita sehat, dan produktif, tapi tetap ekspansif," jelas Suahasil. hem
Editor : Redaksi