SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mulai melakukan proses penambahan modal baru. Ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat dengan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk.
Tujuan dari diadakannya penambahan modal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kinerja dari perusahaan.
"Manajemen Bank Muamalat berharap masuknya modal baru akan meningkatan permodalan demi mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan," kata Plt Direktur Utama Bank Muamalat Purnomo B Soetadi dalam keterangan resmi, Jumat (29/9/2017).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang sudah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Muamalat menerbitkan sebanyak-banyaknya 80 miliar lembar saham baru melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Ini sesuai dengan Peraturan Otoritias Jasa Keuangan (POJK) No. 32/POJK.4/2015.
Minna Padi, baik sendiri maupun bersama-sama dengan investor lain, akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).
Sebanyak 80 miliar saham baru yang akan diterbitkan tersebut merepresentasikan porsi kepemilikan saham minimal 51 persen dengan total modal baru yang akan masuk mencapai Rp 4,5 triliun.
Purnomo menyatakan, pihaknya berharap masuknya investor baru dapat mendorong kinerja, meningkatkan ukuran bisnis dan mengembangkan usaha Bank Muamalat.
“Rencana rights issue ini telah kami peroleh persetujuannya dari para pemegang saham, sebagai salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)," ungkap Purnomo.
Dengan hadirnya Minna Padi sebagai pembeli siaga (standby buyer), imbuh Purnomo, maka diharapkan dapat mengembangkan bisnis dan kinerja Bank Muamalat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Editor : Redaksi