Lestarikan Tradisi, Kolam Air Hangat Brumbun Dibersihkan

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Untuk melestarikan tradisi leluhur, masyarakat Dusun Brumbun Desa Kranji Kecamatan Paciran Lamongan, bersama TNI Polri membersihkan kolam air hangat yang konon ada sejak zaman Sunan Drajat tersebut. Kolam air hangat yang masih digunakan oleh warga ini, seperti yang disampaikan oleh Kades Kranji, Husnul wafik adalah satu satunya kolam air hangat yang ada di Lamongan dan dijadikan wahana wisata. Di kolam yang masing-masing berukuran 5x10 meter tersebut, setiap tahun dibersihkan pada bulan Suro kalender islam. Untuk membersihkan ini, warga bergotong royong mengeringkan sumber air kemudian mengangkat semua lumpur yang ada di kolam untuk dibuang. Selain membuang semua lumpur yang mengendap di pemandian air hangat ini, warga juga melakukan pembersihan lokasi sekitar sumber air. Berdasarkan keterangan Kades Kranji, keduk kolam air hangat ini, selain untuk melestarikan tradisi juga untuk tetap menjaga kebersihan sumber air hangat yang lokasinya digunakan sebagai salah satu lokasi wisata lokal tersebut. "Selain meneruskan tradisi leluhur, juga untuk menjaga kebersihan sumber, karena Brumbun ini salah satu wisata lokal yang ramai," katanya. Sementara, Komandan Koramil Paciran, Kapten Arh Suherman menambahkan, ramainya sumber air Brumbun ini karena sumber air hangat Brumbun dikenal masyarakat sebagai salah satu lokasi pemandian air hangat yang diyakini bisa sebagai obat untuk sakit gatal dan rematik. Selain warga Dusun Brumbun, terang Herman, aparat TNI dan Polri juga turut serta dalam kegiatan rutin setahun sekali ini. "Keikutsertaan TNI Polri dan warga ini menunjukkan kalau warga bersama aparat peduli dengan sumber air ini dan kami bisa bekerjasama dengan guyup rukun," akunya. Usai bergotong royong mengeduk sumber air hangat, warga bersama semua personil TNI Polri pun menggelar makan bersama di sekitar lokasi sumber air hangat. Acara keduk sumber air hangat Brumbun ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh pemuka agama setempat. Untuk diketahui, nama asli pemandian ini adalah Brumbung‎ tapi memang sering menyebutnya Brumbun. Penjaga sumber air ini, Mulyono mengatakan, Sendang Brumbung sudah ada sejak jaman Wali Songo, tepatnya di masa Sunan Drajat. Sendang ini konon sering digunakan sebagai lokasi untuk berdiam diri. Dari legenda masyarakat sekitar, lanjut Mulyono, Sendang ini terbentuk berkat karomah dari Sunan Drajat. Ketika itu, Sunan Drajat menolong warga dengan menancapkan tongkat ke tanah kapur di dekat sendang. Dari lubang tongkat itu keluar air tawar dan bersih. Keluarnya air tawar tersebut ternyata pernah berhenti. Airnya sampai tumpah berlebihan. Pemandian air panas Brumbung ini tidak terlalu luas, hanya 5×10 meter dengan menyediakan dua kolam untuk wisatawan laki-laki dan perempuan. Meski tak luas, tempat ini selalu dipenuhi pengunjung baik dari Kota Lamongan maupun dari luar kota seperti Bojonegoro, dan Gresik, dan kota lainnya. jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Mar 2026 20:36 WIB
Berita Terbaru